Polisi Disarankan Jerat Ferdy Sambo dengan Pasal TPPU

Nasional

NOTULA – Menjawab pengakuan Putri Candrawathi soal rekening atas nama para ajudan untuk menampug uang, sudah seharusnya penyidik menggunakan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) bagi Ferdy Sambo.

Menurut pakar hukum pidana, Yenti Ganarsih, selain untuk membuktikan asal usul uang, pasal TPPU sekaligus bisa mengungkap soal dugaan pencucian uang melalui aktivitas perjudian, dimana kabar konsorsium 303 yang menyeret Ferdy Sambo beredar luas.

Terlebih soal adanya transfer uang sebesar Rp 200 juta dari rekening Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang masih aktif, meskipun yang punya sudah wafat.

“Pada rekening Yosua itu kan katanya ada transaksi Rp 200 juta dan ada empat rekening, Itu menggunakan nama orang untuk transaksi, itu semua tipe-tipe money laundry, khususnya ada rekening penampung,” kata Yenti kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (17/9/22).

Seperti dikutip dari rmol.id, Yenti mengatakan, modus pencucian uang kerap sama, yaitu membuat rekening-rekening penampung.

“Biasanya mereka merekrut yang mempunyai rekening-rekening itu, biasanya ya itu tadi, apa cleaning service-nya atau pegawai-pegawainya gitu,” ujarnya.

Yenti juga menambahkan, temuan dugaan tindak pidana pencucian uang itu bisa memperberat hukuman pidana Ferdy Sambo, selain kasus pembunuhan dan obstruction of justice yang sebelumnya telah menyeretnya jadi tersangka.

“Atas temuan dugaan TPPU itu, penyidik tak boleh lalai dengan kasus pembunuhan. Tapi adanya temuan ini seharusnya memperberat hukuman Ferdy Sambo,” pungkasnya.