PKB Juga Bantah Cak Imin Jadi Cawapres Moeldoko

Nasional

NOTULA – Kedaulatan partai politik harus dihormati siapapun. Sebab itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak terima dikait-kaitkan dengan dinamika Partai Demokrat. PKB juga membantah keras isu terkait dugaan keterlibatan upaya kudeta di kepemimpinan Partai Demokrat.

“Tidak benar. Itu fitnah keji. Bisa saya pastikan PKB sama sekali tidak terkait dengan dinamika internal partai politik lain,” kata Sekretaris Bidang Sosial dan Kebencanaan DPP PKB, Luqman Hakim, seperti dikutip dari RMOL.id, Rabu (3/2/21).

Menurut dia, PKB sangat menghormati Partai Demokrat, termasuk mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta keluarga besar partai berlambang mercy itu.

“Jadi, bagi PKB, kedaulatan setiap partai politik harus dihormati oleh siapapun,” tegas Luqman.

Wakil Ketua Komisi II DPR itu juga menegaskan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar belum pernah menggulirkan wacana pencapresan untuk Pilpres 2024.

“Cak Imin belum memikirkan rencana-rencana terkait Pilpres 2024. Even Pilpres 2024 itu masih jauh,” tegasnya.

“Saat ini Cak Imin fokus menggerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki PKB untuk membantu pemerintah mengatasi pandemi Covid-19, memastikan rakyat memiliki akses kepada pendidikan yang bermutu, membantu penguatan UKM/UMKM dan meningkatkan kesehahteraan ekonomi rakyat,” papar Luqman Hakim.

Seperti kabar yang sempat beredat, ada dua partai politik yang didekati Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, selain Partai Demokrat. Sebelumnya, Moeldoko diduga terlibat dalam upaya kudeta AHY.

Dua partai itu adalah Partai Nasdem dan PKB. Jadi, tiga partai ini disebut-sebut akan dijadikan kendaraan Moeldoko sebagai Capres pada Pilpres mendatang.

Kepala Badan Komunikasi dan Strategi (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky M. Putra, sebelumnya menyebutkan, ada oknum petinggi negara yang berupaya mengambil secara paksa kepempinan AHY, juga sudah menyiapkan dua Parpol lain. Tapi Herzaky tidak menyebit dua partai itu.

“Jadi sudah ada dua partai lain untuk mendukung. Dengan Demokrat jadi 3. Sudah lengkap threshold,” kata dia dalam acara diskusi virtual Obrolan Bareng Bang Ruslan bertajuk “Politik Belah Bambu Menyasar Partai Demokrat”, Selasa (2/2/21).

Pernyataan Herzaky itu didasarkan pada kesaksian para kader dari daerah yang dikumpulkan dengan kader aktif dan nonaktif, di sebuah hotel di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.

Setelah mereka berkumpul, sambung Herzaky, seorang oknum pejabat yang dekat dengan penguasa ditelepon untuk kemudian didatangkan. Dalam perbincangan itu, dibahas cara mengambil alih kepemimpinan Demokrat dari AHY.

Isu lain, selain menyiapkan Parpol koalisi, Moeldoko juga sudah mengincar sosok Cawapres, yakni Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Dari dua nama ini, Ridwan Kamil disebutkan lebih menguat.