NOTULA – Kuasa hukum Eggi Sudjana merasa hak hukum kliennya yang menjadi tersangka kasus dugaan makar, tidak dipenuhi penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Penetapan tersangka dikatakan telah memenuhi dua alat bukti serta saksi ahli yang diperiksa. Tapi kuasa hukum merasa tidak dipenuhi haknya karena saksi ahli dari Eggi tidak dianggap oleh polisi.

“Saksi ahli kita belum diperiksa dan dimintai keterangan, sehingga saya merasa hak hukum kami belum diakomodir dengan baik,” jelas kuasa hukum Eggi, Pitra Romadoni, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (14/5).

Dia berharap pihak penyidik menghormati dan memeriksa saksi ahli dari kedua belah pihak, baik dari pelapor maupun terlapor.

“Terhadap tersangka (Eggi) juga sedang kita upayakan gugatan praperadilan, kalau kita menghormati hak hukum masing-masing pihak, baik pelapor ataupun terlapor, saling diperiksa saksi ahli maupun saksi ahli fakta yang ada, agar tidak terjadi terabaikannya hak,” jelasnya.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah mengeluarkan surat penangkapan terhadap Eggi Sudjana. Surat penangkapan keluar setelah Eggi menjalani pemeriksaan sejak Senin (14/5) sore hingga Selasa (14/5) pagi sekitar pukul 05:00 WIB.

“Setelah diperiksa keluar surat penangkapan. Saya merasa ganjil, kenapa Eggi ditangkap di ruangan penyidik. Soal penangkapan di dalam ruangan penyidik juga kami persoalkan, biar adil dan seimbang, saling menghormati hak hukum pelapor maupun terlapor,” pungkasnya.