Pintu Gerbang Bromo Tengger Semeru Bakal Dibangun di Depan Wendit

Malang Raya

NOTULA – Situasi pandemic Covid-19 tidak menyurutkan pemerintah, baik pusat maupun daerah, meneruskan program-program strategis, salah satunya pengembangan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang ditetapkan sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Senin (18/5/20), menggelar virtual meeting lewat video conference, melibatkan pemerintah daerah yang wilayahnya bersentuhan dengan kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS), yakni Pemkab Malang, Pasuruan, Lumajang dan Probolinggo.

Virtual meeting kali ini membahas topik sentral menyangkut persiapan Program Pembangunan Pariwisata Terintegrasi dan Berkelanjutan (P3TB) atau Integrated Tourism Master Plan (ITMP).

Meeting dipimpin Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kemen-PUPR, Ir Kuswardono MCP. Masing-masing perwakilan daerah mengusulkan beberapa hal dan rencana terkait pengembangan kawsan BTS

Pemkab Malang, dalam hal ini antara lain diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Made Arya Wedanthara.

Pada kesempatan itu, Made Arya menyampaikan beberapa hal terkait penguatan pembangunan pariwisata Bromo Tengger Semeru, yakni melengkapi tempat wisata Wendit di Kecamatan Pakis dengan fasilitas-fasilitas penunjang, seperti rest area.

“Taman Wisata Wendit sudah legendaris dan ikonik di Malang dan berada di daerah penyangga kawasan Bromo Tengger Semeru. Sangat tepat kalau Wendit yang juga menjadi gerbang timur Kabupaten Malang ini disediakan rest area yang bisa menampung luberan pelancong yang akan menikmati Bromo Tengger Semeru” kata Made Arya.

Dengan demikian, lanjut Made Arya seperti dikutip dari wonderfulmalang.com, wisatawan yang hendak ke Bromo Tengger Semeru, mendapat suguhan tambahan menarik yang sayang kalau dilewatkan, yakni Taman Wisata Wendit dengan cerita-cerita legendanya.

“Bila usulan kami disetujui dan terlaksana, maka kawasan Wendit dan sekitarnya akan semakin menggeliat karena mendapat dampak positifnya,” optimisnya.

Made Arya juga mengusulkan dibangunnya gazebo dan pusat oleh-oleh. “Yang juga ikonik adalah pembangunan gapura masuk kawasan BTS, tepat di depan Taman Wisata Wendit, selain peningkatan SDM pelaku pariwisata melalui penguatan desa wisata dan sertifikasi,” rincinya.