Petisi Pilpres Netral, Jujur Dan Adil: TNI, Polri, Badan Intelijen dan ASN Harus Netral

Nasional

NOTULA – Sejumlah purnawirawan TNI dan Polri bersama beberapa tokoh nasional mendeklarasikan petisi pemilihan presiden (Pilpres) 2019 yang netral, jujur dan adil, di kediaman Komjen Pol (Purn) Nugroho Djayusman, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (28/1).

Petisi dibacakan oleh tuan rumah, Nugroho Djayusman, berisi dua hal. Pertama, mendesak netralitas TNI, Polri, Badan Intelijen, dan semua Aparatur Sipil Negara pada Pemilu 2019. Kedua, mendesak agar seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) dijaga prajurit TNI dan Polri.

Nugroho Djayusman juga menuturkan, petisi itu dideklarasikan sesuai pasal 2 huruf d UU 34/2004 tentang TNI, menegaskan jati diri TNI yang melarang berpolitik praktis dan menghormati prinsip demokrasi.

Begitu juga aparat kepolisian, dalam Pasal 28 angka 2 UU 2/2002 tentang Polri dinyatakan secara tegas bahwa Polri bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis.

Selain itu, Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai lembaga negara yang bertugas mendeteksi ancaman terhadap negara, dimana dalam Pasal 2 huruf f menyatakan secara tegas BIN tunduk pada azas netralitas dalam penyelenggaraannya.

Termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), pada Pasal 2 huruf f UU 5/2014 dinyatakan penyelenggaraan kebijakan dan manajemen ASN tunduk asas netralitas.

“Dalam proses demokrasi yang menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan, suara rakyat untuk memilih presiden yang diinginkan akan mengalami cacat dan diskriminasi apabila terjadi ketidaknetralan oknum ASN, TNI, Polri, dan BIN, yang banyak menggunakan fasilitas negara dan menggunakan kekuasaan, serta kewenangan yang melekat dalam jabatannya,” papar Nugroho Djayusman.

Menurutnya, kondisi itu bisa mencederai prinsip daulat rakyat sebagai kekuasaan tertinggi dalam demokrasi untuk memilih presiden sebagai representasi kedaulatan rakyat itu sendiri.

Hadir dalam acara itu, Komjen Pol (Purn) Nugroho Djayusman sendiri, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno, Marsekal TNI (Purn) Imam Syafa’at, Komisaris Jenderal Pol (Purn) Sofjan Jacoeb, ekonom senior Rizal Ramli, MS kaban, Fuad Bawazier dan yang lain. Demikian dikutip dari rmol.co.