Perusak Baliho Demokrat Diorder Partai Berkuasa, Dibayar Rp 150 Ribu per Orang

Nasional

NOTULA – Partai Demokrat bertindak cepat menanggapi dan menangani perusakan sejumlah baliho penyambutan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pekanbaru, Riau.

Wasekjen DPP Partai Demokrat, Renanda Bachtar, memastikan, pihaknya sudah melaporkan kasus ini ke Polresta Pekanbaru. “Satu orang pelaku sudah tertangkap,” katanya, Sabtu (15/12) malam.

Dari pelaku itu terungkap, perusakan atribut Demokrat dilakukan oleh 35 orang, dibagi dalam lima kelompok, satu kelompok berisi 7 orang. “Mereka dibayar Rp 150 ribu per orang,” jelasnya.

Tak hanya itu, Renanda juga menyebut, pelaku telah mengaku mendapat perintah dari partai yang sedang berkuasa. “Pengakuan orang yang ditangkap, pemberi order dari partai berkuasa,” katanya.

Sutradara Perusakan

Sementara itu, Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, tidak terima dengan tudingan Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.

Dalam pernyataannya, Hasto seakan menuding perusakan baliho Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Pekanbaru, Riau sebagai sebuah drama.

“Setiap kerugian yang kami derita selalu disebut drama? Bahkan, sekalipun ini drama, kami heran, tampaknya sutradaranya selalu sama,” seloroh Hinca, Sabtu.

Dia menemukan pola yang selalu sama saat Demokrat mendapat serangan dari luar. Setelah serangan terjadi, kata Hinca, partainya langsung menggelar konferensi pers untuk menjabarkan kerugian yang diderita.

“Lalu ujungnya, kalian sebut drama. Pola selalu seperti itu. Berulang,” katanya, seperti dikutip dari rmol.co.

Hinca mengaku sudah melaporkan kasus di Pekanbaru ke polisi sebagaimana imbauan Hasto. Bahkan pihaknya sduah menemui satu pelaku dan menyerahkan ke polisi.

Untuk itu dia meminta PDIP tidak lagi menuding ini sebagai sebuah drama. “Kita temui sutradara semua skenario ini, jangan-jangan dia sangat dekat,” duga Hinca sambil senyum.