Persoalan Kota Tuntas Bila Eksekutif dan Legislatif Sinergi

Malang Raya

NOTULA – Calon anggota legislatif (Caleg) muda bermunculan di hampir semua daerah, termasuk Malang Raya, untuk merebut kursi legislatif, baik tingkat DPR RI maupun DPRD kota/kabupaten. Dan itu harapan baru bagi masyarakat.

Salah satu yang siap bertarung di ajang Pileg 2019 adalah Muchammad Nasrul Hamzah. Caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) nomer urut 5 Dapil Blimbing, Kota Malang, ini mengaku, ikhtiar maju ke gelanggang politik karena miris melihat kondisi kota kelahirannya.

Pria yang akrab disapa Hamzah itu juga mengatakan, ia tertantang maju setelah ‘takjub’ atas kasus hukum yang melibatkan 41 anggota DPRD Kota Malang yang menurutnya amat memprihatinkan dan preseden buruk bagi institusi legislatif.

“Jadi harus ada gerakan dan keberanian bersama untuk mengembalikan marwah institusi legislatif sebagai salah satu unsur pemerintahan daerah,” kata Hamzah, Kamis (24/1).

Menurutnya, saat ini dibutuhkan sosok muda yang memiliki idealisme dan kapasitas, demi mengembalikan kepercayaan publik akan lembaga legislatif yang tugasnya meliputi pengawasan, legislasi dan penganggaran.

Sebab, lanjut Hamzah, jika tiga fungsi itu dijalankan sesuai peraturan perundangan yang ada, kemajuan sebuah daerah bisa dirasakan masyarakat.

“Dalam sistem demokrasi, keberadaan legislatif sangat penting, mengawasi kinerja pemerintah daerah. Karena itu, setiap kali saya turun ke masyarakat, saya memberikan pemahaman tentang apa fungsi lembaga legislatif bedanya dengan eksekutif,” tukasnya.

Hamzah menilai banyak permasalahan di Kota Malang yang butuh peran bersama antara legislatif dan eksekutif. Masalah banjir, kemacetan, tingkat gini rasio yang masih tinggi, semua itu butuh keseriusan eksekutif dan legislatif.

“Ini masalah kita bersama, dibutuhkan komitmen kuat dari eksekutif untuk menyelesaikan serta penganggaran dan pengawasan prima dari legislatif, demi penyelesaian masalah -masalah itu,” pungkasnya.