Peroleh Keringanan Tiga Bulan, Ahok Segera Bebas

Nasional

NOTULA – Terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, bakal bebas awal Januari mendatang. Humas Dirjen Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Ade Kusmanto, menjelaskan, mantan gubernur DKI Jakarta itu bebas pada 24 Januari 2019.

“Jika diperhitungkan sejak tanggal penahanan, 9 Mei 2017, diperkirakan akan bebas pada Januari 2019,” kata Ade, dalam keteranganya, Senin (10/12).

Dia juga menjelaskan, sepanjang mendekam di balik jeruji besi, Ahok mendapat total remisi atau pengurangan masa tahanan 3 bulan 15 hari.

Remisi itu diberikan pada Natal 2017 sebanyak 15 hari, remisi umum tanggal 17 Agustus 2018 sebanyak 2 bulan, dan untuk Natal 2018 diusulkan mendapat satu bulan.

Pertimbangan pemberikan remisi, lantaran selama masa penahanan Ahok dinilai berkelakuan baik dan telah menjalani masa pidana lebih dari enam bulan. “Juga tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam enam bukan terakhir,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Ahok divonis 2 tahun penjara, setelah ucapannya di Kepulauan Seribu terbukti melanggar pasal 156a KUHP. Penistaan agama yang dilakukan menjadi cikal bakal Aksi Bela Islam yang puncaknya terjadi pada 2 Desember 2016, dan diklaim dihadiri tujuh juta orang, dan selanjutnya dikenal dengan Aksi 212.