Permintaan Agar Yenny Wahid Gantikan Cak Imin di PKB Menguat

Nasional

NOTULA – Nama Zannuba Arrifah Chafsoh atau Yenny Wahid muncul, di tengah isu pendongkelan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Menanggapi itu, jurubicara Yenny Wahid, Imron Rosyadi Hamid, mengaku, ada dorongan dari arus bawah agar putri presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, itu menakhodai PKB.

“Arus bawah itu mantan pengurus PKB (mendorong Yenny Wahid), terus kemudian kalau kita amati, kan netizen yang dorong juga banyak, kiai sepuh juga ada yang mendorong Mbak Yenni,” jelas Imron, Jumat (23/4/21).

Dia juga mengaku, belakangan dorongan dari arus bawah kian menguat agar Yenny Wahid mengemban tugas Cak Imin yang dinilai telah menghilangkan ruh PKB.

“Jadi, setiap hari Mbak Yenny dan saya dikontak, bahkan dua hari lalu ada kiai dari Jateng, khusus berdoa agar Mbak Yenni bisa menempati PKB 1. Kiai ini putra dari guru spiritual Gus Dur dulu, berdoa khusus supaya Mbak Yenni bisa kembali memimpin PKB,” jelasnya.

Meski begitu diakui, hingga kini cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari itu belum mengambil sikap atas dorongan dari arus bawah itu. “Mbak Yenni belum berpikir ke sana (menjadi Ketum PKB),” tandasnya.

Oligarkis dan Kehilangan Ruh
Pada bagian lain, belakangan PKB dinilai kehilangan ruh sebagai partai demokrasi yang didirikan para kiai NU.

“Yang kita lihat PKB hari ini sangat oligarkis dan nepotis, di bawah kepemimpinan Muhaimin. Dia seolah-olah penguasa tunggal, ini enggak bagus bagi demokrasi di partai politik,” kata Imron Rosyadi Hamid.

Fak itu juga yang ia baca dari isu gonjang ganjing PKB di bawah kepemimpinan Cak Imin. “PKB didirikan Gus Dur. Gus Dur dikenal sebagai tokoh demokrasi. Unsur penting itu yang dibaca public, bahwa ruh itu hilang dari PKB,” sambungnya.

Di sisi lain, ia mengamini ada dorongan dari kader daerah yang menginginkan agar Yenny Wahid memimpin PKB kembali ke khittahnya.

Meski begitu, dorongan yang muncul tak serta-merta menjadi alasan untuk mendongkel kepemimpinan Cak Imin. Yenny sendiri belum menanggapi serius usulan kader daerah itu.

“Mbak Yenny sampai saat ini hanya memahami kekecewaan kader PKB di daerah. Terkait dorongan gantikan Cak Imin, semua harus dikembalikan ke mekanisme partai, itu tugas DPC PKB di bawah Cak Imin,” tutupnya.