NOTULA – Jangan pernah sepelekan partai baru. Survei terbaru Indonesia Elections and Strategic (Index) Research mencatat, dua partai non parlemen berpeluang besar lolos parliamentary threshold (masuk Senayan), yakni Partai Perindo dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Dengan memperhitungkan margin of error, Perindo dan PSI berpeluang menembus ambang batas parlemen sebesar empat persen,” tutur Direktur Index Research, Vivin Sri Wahyuni, kepada redaksi, Jumat (7/12).

Menurutnya, Perindo memiliki elektabilitas 2,9 persen. Dengan margin of error atau tingkat kesalahan survei sebesar plus minus 2,9 persen, Perindo berpotensi lolos ke Senayan.

Menurut Vivin, kekuatan media menjadi faktor utama bagi Perindo dalam menggalang basis dukungan. “Menguasai media massa dan sudah eksis sejak lama, membuat nama Perindo melekat di tengah masyarakat,” katanya.

Sementara PSI memiliki elektabilitas 1,2 persen. Sama dengan Perindo, PSI masih berpeluang lolos jika ditilik dari angka margin of error.

“Dengan memperhitungkan margin of error survei, PSI berpeluang menembus ambang batas parlemen sebesar empat persen,” ujar Vivin.

Menurut dia, daya tarik PSI terhadap masyarakat adalah keberanian partai besutan Grace Natalie itu tampil beda dengan koalisi pendukung Joko Widodo.

PSI juga menaruh kepedulian pada isu pemberantasan korupsi dan mengambil sikap tegas dalam isu-isu sensitif terkait intoleransi. “PSI dengan keras menolak keberadaan berbagai Perda keagamaan atau sering disebut Perda syariah,” jelasnya.

“Kelompok moderat yang biasanya apatis dengan politik merasa tersuarakan dengan hadirnya PSI,” pungkasnya, seperti dikutip dari rmol.co.

Hasil survei yang digelar pada 11-20 November itu menjabarkan, Partai Bulan Bintang (PBB) sebesar 0,5 persen, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 0,3 persen, Partai Garuda 0,2 persen, dan Partai Berkarya 0,1 persen. Dengan angka elektabilitas, empat partai itu sulit masuk parlemen.

Survei Index kali ini melibatkan 1200 responden yang diwawancarai secara tatap muka. Menggunakan metode multistage random sampling, hasil survei mendapatkan tingkat kepercayaan 95 persen.