Perda Minuman Beralkohol segera Disahkan

Malang Raya

NOTULA – Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol mencapai final, dalam waktu dekat segera ditetapkan.

Pembatasan peredaran minuman beralkohol dianggap penting, untuk meminimalisir dampaknya bagi masyarakat. Tempat penjualan juga diatur, harus berjarak minimal radius 500 meter dari tempat ibadah dan sekolah.

“Sebenarnya ini sudah dibahas sejak akhir Desember 2019 lalu. Artinya sudah satu tahun pembahasannya,” tutur Wakil Walikota Malang, Ir H Sofyan Edi Jarwoko, Selasa (8/12/20), di Gedung DPRD Kota Malang.

Saat ini, sambungnya, sudah masuk tahap pembahasan menuju final. “Hari Kamis besok ada rapat paripurna untuk penetapan akhir atau final dari keputusan ini,” tambah Bung Edi, sapaan akrabnya.

Ranperda ini akan disahkan sebagai Perda, sehingga sanksi bagi pelanggar atau penjual minuman beralkohol yang tidak mematuhi aturan bisa diterapkan.

“Bagi pelanggar bisa dijatuhi hukuman penjara paling lama tiga bulan dan denda Rp 50 juta,” pungkasnya.