Penindasan Uighur, China Undang Kemarahan Umat Muslim Indonesia

Nasional

NOTULA – Sikap diskriminatif dan penindasan yang dilakukan pemerintah China kepada muslim Uighur di Provinsi Xinjiang mengundang kemarahan umat muslim di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum KAMMI Irfan Ahmad Fauzi, Senin (17/12).

Menurut Irfan, organisasinya mengutuk keras tindakan pemerintah China yang telah menodai hak dasar manusia dalam memeluk agamanya. Dan meminta Pemerintah Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, segera berperan aktif dan tegas terhadap China.

Berdasar laporan investigasi UN Committee on the Elimination of Racial Discrimination dan Amnesty International and Human Rights Watch pada bulan Agustus, sekitar dua juta warga Uighur ditahan otoritas China di penampungan politik di Xinjiang.

“Tidak boleh ada negara yang bisa melarang warganya untuk menjalankan ibadah agamanya, ini sudah mencoreng hak asasi manusia yang telah disepakati masyarakat dan dunia internasional,” tambahnya.

Menurut Irfan, pemerintah Indonesia bisa menggandeng OKI untuk menekan pemerintah China dan menyerukan kasus pelanggaran HAM berat ini di mata internasional.

“Posisi Indonesia sangat menguntungkan untuk terlibat dalam menyerukan hak-hak muslim Uighur ini, karena selama ini di mata internasional kita diakui sebagai negara yang konsisten menolak penindasan, termasuk terhadap Palestina,” demikian Irfan, seperti dikutip dari rmol.co.