Pengembangan UMKM Jadi Fokus TPAKD Jatim

Ekonomi, Malang Raya

NOTULA – Perkembangan dan kemajuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jadi poin penting pada pembahasan Rapat Pleno II Tahun 2020 secara Daring oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jatim, Selasa (15/12/20).

Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Jatim, Difi Ahmad Johansyah, mengusulkan adanya database khusus.

“Kita perlu menyusun database dengan identification number yang dapat melihat profile UMKM, sehingga dapat dilakukan maping dan diketahui mana UMKM yang butuh pembiayaan dan pendampingan,” jelasnya.

Menjawab paparan Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak, dia katakan, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) atau pembayaran digital, hanya bersifat pendukung saja, tidak untuk memacu ekonomi.

“QRIS untuk membantu saja, yang perlu diperhatikan bagaimana kontribusi UMKM dengan korporasi. Kita lihat industri sosis terbesar di Indonesia ada di Jatim, tapi daging sapi impor dari Australia, lalu daging sapi Jatim kemana?” tanya Difi.

Dia berharap UMKM dan Korporasi di Jatim dapat saling berkolaborasi, sehingga lebih memacu laju pertumbuhan ekonomi di Jatim terutama pada masa pemulihan ekonomi 2021.