NOTULA – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian mundur dari jabatannya. Permintaan itu disampaikan Pejabat Ketua umum PB HMI, Arya Kharisma Hardy, dalam keteranganya, Minggu (26/5).

Arya menegaskan, tindakan represif aparat kepolisian terhadap massa aksi di Jakarta sudah tidak berperi kemanusiaan.

“Tindakan mereka sudah keterlaluan dan tidak menghargai asas penyampaian pendapat serta telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM),” katanya.

PB HMI mendesak Kapolri mundur dari jabatannya, karena dinilai tidak mampu mengamankan jalannya aksi damai yang merenggut beberapa nyawa massa aksi dan melukai ratusan lainnya.

“Jendral Tito Karnavian harus mundur dari jabatannya, karena tidak dapat mengamankan suasana aksi, hingga terjadi kericuhan dan merenggut nyawa massa aksi. Apa yang kita saksikan jelas pelanggaran HAM, dan Kapolri mesti bertanggung jawab penuh sebagai pimpinan institusi polri,” tegasnya.

Selain mendesak kapolri mundur, seperti dikutip dari rmol.co, pihaknya juga mendorong Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk melakukan investigasi terhadap tewasnya massa aksi di Jakarta.

“PB HMI medorong Komnas HAM untuk melakukan investigasi terhadap tewasnya massa aksi. Ini penting untuk menyeret para pelanggar HAM ke meja hijau atau bahkan ke meja pengadilan internasional yang menangani pelanggaran HAM,” pungkasnya.