Pengakuan Bambang Suryo, soal Match Fixing Tak Ada Kaitan dengan GM FKPPI

Sport

NOTULA – Pernyataan dan pengakuan Bambang Suryo, mantan pelaku match fixing atau pengaturan pertandingan sepak bola di Indonesia, tak ada hubungannya dengan organisasi GM FKPPI, walaupun ia mengaku dan berseragam GM FKPPI, saat jumpa pers bersama media di Malang, beberapa waktu lalu.

Pernyataan itu ditegaskan Ketua PD XIII GM FKPPI Jawa Timur, Ir R Agoes Soerjanto. “Tentu ini menjadi keprihatinan kami, karena organisasi kami (GM FKPPI) baru kali ini dibawa ke kepentingan organisasi lain,” tegasnya, Senin (10/12).

Untuk itu, menurut Agoes, pihaknya segera memanggil dan menegur Bambang Suryo, apakah benar ia anak TNI-Polri atau Purnawirawan TNI-Polri.

“Kepentingan organsiasi kami hanya untuk menjaga ideologi Pancasila yang sudah final, dan NKRI harga mati,” tegasnya, dalam rilis yang dikirim ke redaksi notulanews.com, beberapa saat lalu.

Agoes juga akan mengecek, apakah benar Bambang Suryo itu putra kandung dari anggota TNI Polri atau purnawirawan TNI-Polri.

“Karena dalam aturan organisasi kami (GM FKPPI) jelas, pada AD/ART dalam hak keanggotaan harus anak kandung TNI-Polri atau purnawirawan TNI-Polri,” jelasnya.

Melihat pernyataan yang disampaikan Bambang Suryo, sambungnya, pihaknya secara tegas akan mengklarifikasi kepada Pengurus Cabang GM FKPPI Kabupaten Malang, terutama soal keanggotaan Bambang. “Apakah benar dia kader GM FKPPI,” tegasnya.

Pada jumpa pers di Malang, beberapa pekan lalu, Bambang Suryo mengungkapkan, kasus yang pernah dijalaninya (match dixing ) itu bukan atas nama organisasi GM FKPPI. “Jadi, yang disampaikan Bambang Suryo itu atas nama pribadi, tidak ada hubungannya dengan GM FKPPI,” tegas Agoes lagi.

Agoes menambahkan, sejak dirinya menjadi sebagai salah satu owner dan Dewan Pembina di Arema FC, sama sekali dia tak pernah membawa-bawa nama organisasi GM FKPPI.

“Selama saya menjadi owner Arema FC, tidak pernah membawa nama GM FKPPI. Karena keduanya hal yang berbeda. Jadi, semua pihak, terutama Bambang Suryo, diharapkan tidak mebawa-bawa nama GM FKPPI dalam kasus match fixing ini,” pungkasnya.