Penembakan Laskar FPI Harus Diusut, Tapi Jangan Lupakan Kasus Korupsi Menteri

Nasional

NOTULA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meminta insiden tewasnya enam anggota Front Pembela Islam (FPI) akibat ditembak polisi pada Senin (7/12/20), diusut tuntas. Namun semua pihak juga jangan melupakan peristiwa besar lainnya, yakni kasus korupsi yang menyeret dua Menteri.

Dua menteri Kabinet Indonesia Maju yang dimaksud adalah Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, dan Menteri Sosial Juliari P Batubara.

Demikian disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, pada jumpa pers secara Daring (dalam jaringan), Selasa (8/12).

“Jangan sampai perkara ini (tewasnya Laskar FPI) menutup kesadaran kita bersama bahwa ada agenda lain, yakni terjadinya kejahatan dalam bentuk lain, yaitu kejahatan korupsi yang akhir-akhir ini semakin terstruktur, sistematis dan masif, semakin menggurita,” tegas Busyro.

Dia juga mengatakan, kasus korupsi ekspor benur oleh Menteri KP Edhy Prabowo, apalagi kasus korupsi dana Bansos Covid-19 oleh Mensos Juliari, adalah masalah besar yang harus menjadi perhatian serius. Di samping kasus penembakan anggota FPI harus diusut sampai tuntas.

“Korupsi merupakan common enemy semua elemen, elemen TNI, Polri, penegak hukum yang lain dan unsur masyarakat sipil, termasuk perguruan tinggi dan Ormas agama,” tuturnya.

“Jangan sampai kasus ini (6 laskar FPI) ini menyita perhatian sedemikian rupa, sehingga melupakan atau membikin kita lengah terjadinya potensi korupsi yang yang makin hari makin perlu pencermatan semua elemen. Jangan terkecoh dengan insiden ini, harus diusut sampai tuntas,” pungkasnya.