Pencalonan Listyo Sigit sebagai Pengganti Idham Azis Disambut Positif

Nasional

NOTULA – Pencalonan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri disambut positif berbagai kalangan. Pengamat intelijen, keamanan dan pertahanan, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, menilai Listyo Sigit memenuhi syarat strategis sebagai pengganti Idham Azis.

Perempuan yang akrab disapa Nuning itu menjelaskan, karakter dan sikap rendah hati yang selama ini diamalkan Listyo Sigit akan sangat membantu tugasnya sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara, kelak.

“Masalahnya, masih panjang pensiunnya, tapi tak jadi soal bila dia pandai merangkul senior maupun juniornya,” jelas Nuning, seperti dikutip dari RMOL.id, Rabu (13/1/21).

Terpilihnya mantan ajudan Presiden Jokowi 2014-2016 yang penganut Nasrani itu juga akan berdampak baik di mata dunia. Identitas bahwa Indonesia bukan negara agama akan semakin diakui dunia.

Secara khusus Nuning mengingatkan kepada Komjen Listyo Sigit, bahwa tren kejahatan dan gangguan keamanan harus dijawab dengan kerja profesional. Dia mengamati, kejahatan dan gangguan keamanan saat ini semakin canggih dan terus dimodifikasi.

Pengajar di Universitas Pertahanan ini meminta, saat menjabat Kapolri, Listyo Sigit hendaknya mengikuti perkembangan itu.

“Syarat berikutnya, ia tidak berpolitik, tapi paham perkembangan politik. Calon Kapolri harus sosok yang cepat tanggap terhadap fenomena yang dapat menimbulkan disintegrasi bangsa,” katanya.

Nuning juga menyoroti hal prinsip lain yang jadi tanggung jawab Kapolri baru. Dia mencatat, berbagai bentuk bahaya seperti terorisme, radikalisme, narkoba yang sifatnya dalam dan luar negeri, juga harus jadi perhatian serius, termasuk kualitas di bidang komunikasi.

Yang tak kalah penting, Nuning juga mewanti-wanti agar kedepan Sigit juga memberi perhatian serius terkait perkembangan internet of things (IoT) dan keamanan siber.

Saat ini, kata dia, peretasan ke infrastruktur kritis, pencurian data strategis, spionase, propaganda di media sosial, terorisme dan berbagai ancaman siber lainnya, sudah berlangsung di berbagai belahan dunia.

“Karena itu, banyak negara tengah merumuskan strategi untuk menghadapi ancaman siber,” tutupnya.

Pemuda Muhammadiyah
Secara terpisah, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto, menilai, penunjukan Listyo Sigit Prabowo pasti sudah didasari pertimbangan matang, baik dari rekomendasi nama dari Wanjakti Polri dan juga Kompolnas.

“Sebagai mantan ajudan, presiden tentu mengenal sosok dan sepak terjang Komjen Sigit, sehingga dipercaya untuk memimpin Korps Bhayangkara,” katanya.

Pria yang akrab disapa Cak Nanto ini meminta DPR RI, khususnya Komisi III, menjalankan uji kelayakan dan kepatutan secara profesional, sehingga tujuan membedah berbagai visi misi, program unggulan yang akan dilakukan Komjen Sigit, bisa didapat dalam fit and proper test itu.

Secara khusus, Pemuda Muhammadiyah berharap kepada Komjen Listyo Sigit segera bekerja keras menyiapkan berbagai program penegakan hukum, pengayoman masyarakat tanpa pandang bulu, mendekat pada keadilan sosial, dan perlindungan total pada masyarakat.

“Komjen Sigit harus mampu menjawab berbagai tantangan dan tren kejahatan yang saat ini bermetarfosa dalam berbagai bentuk. Baik cara, teknologi dan pola kejahatan yang mengalami perubahan cepat,” tutupnya.