NOTULA – Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Hermawanto, menilai pemidanaan Eggi Sudjana terkait people power merupakan tindakan barbar. Hal itu diungkapkan lantaran gerakan itu tidak dilarang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Memidanakan people power kepada Eggi Sudjana adalah tindakan barbar. KUHP tidak melarang, sehingga ketika hari ini people power disebut sebagai tindak pidana, itu tindakan barbar,” tegas Hermawanto, seperti dikutip dari rmol.com, Minggu (19/5).

Pertimbangan lainnya, profesi Eggi sebagai advokat juga dilindungi undang-undang serta tidak bisa sembarangan dipidanakan.

“Jangan bermain-main, kecuali mereka akan bertindak sewenang-wenang dan ini adalah anarkisme terhadap demokrasi,” imbuhnya.

Hermawanto yang juga kuasa hukum Eggi ini juga berpandangan, pernyataan people power diutarakan kliennya itu dalam status sebagai advokat.

“Kasus Eggi Sudjana ini fakta bahwa ada ancaman terhadap profesi advokat, karena ketika Eggi Sudjana bekerja, dia sedang menjalankan tugasnya sebagai advokat,” jelasnya.

Bukan hanya barbar, mantan anggota YLBHI itu juga menyebut penangkapan Eggi sebagai tindakan antidemokrasi.

“Penangkapan Eggi saat menyampaikan pendapatnya, ketika hanya menyampaikan suaranya, dengan kekuatan suara lalu dianggap sebagai makar, maka itu adalah tindakan antidemokrasi,” tegasnya.

“Jadi ini ancaman bagi kita semua yang sudah berdarah-darah ketika 98 (reformasi) berjuang menegakkan demokrasi. Kali ini Eggi Sudjana ditahan, ditangkap gara-gara dianggap makar, gara-gara dianggap people power, ini bukti ada ancaman bagi demokrasi kita ke depan,” pungkasnya.