NOTULA – Kuasa hukum tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana, meminta penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengabulkan permohonan penangguhan penahanan kliennya.

Pengacara Eggi, Pitra Romadoni, mengatakan, pihaknya telah mengajukan penangguhan penahanan terhadap Eggi Sudjana, sejak Eggi resmi ditahan pada Selasa (14/5) malam.

“Sejak ditangkap itu sudah saya ajukan penangguhan penahanan. Seharusnya Polri, Polda Metro Jaya (PMJ), mengakomodir surat saya itu. Saya rasa penyidik PMJ profesional lah dalam menangani masalah ini,” tutur Pitra Romadoni, seperti dikutip dari rmol.co, Kamis (16/5).

Pitra meminta penyidik mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap Eggi, karena kliennya selalu kooperatif saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik.

“Ini bukan harapan, memang harus dikabulkan. Karena Eggi kooperatif. Saya kan selalu optimis berbicara, tidak ada berharap-harap, saya nggak mau berharap-harap. Karena dia (Eggi) selalu kooperatif, tidak pernah menghilangkan barbuk (barang bukti), setiap pemeriksaan klien saya selalu hadir,” tegasnya.

Selain itu, menurut dia, pasal yang dituduhkan terhadap Eggi juga tidak tepat. Menurutnya, pasal 160 menurut keputusan Mahkamah Konstitusi haruslah ada akibat yang telah terjadi.

“Karena tuduhan pasal 160 itu mengandung tindak pidana materiil dalam pengertian konstitusional bersyarat. Karena putusan MK Tahun 2009 mengatakan, pasal 160 itu harus ada sebab akibat yang terjadi, istilahnya teori kondisi dalam hukum pidana, yaitu ada kejadian dulu, baru bisa dipidana,” pungkasnya.