NOTULA – Demi mengawal kasus yang menjerat Ketua GNPF MUI, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), atas dugaan tindak pidana pencucian uang, Tim Advokasi Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah siap memberikan bantuan pengacara terbaik.

“Kami siap mendukung dan mengawal UBN menghadapi perkara ini, serta memfasilitasi pengacara-pengacara terbaik kader Pemuda Muhammadiyah. Misalnya dibutuhkan 10 sampai 20 (pengacara), ya kami bisa,” tegas Wasekjen Hukum HAM dan Advokasi PP Pemuda Muhammadiyah, Nasrullah, Rabu (8/5).

Bagi dia, UBN telah memberikan klarifikasi bahwa pendanaan aksi umat telah disalurkan secara benar. UBN juga mengaku, penggunaan rekening YKUS hanya dipinjam untuk menggalang dana aksi 414 maupun aksi 212.

“UBN telah memberikan klarifikasi bahwa rekening YKUS hanyalah dipinjam untuk pendanaan aksi umat dan telah disalurkan kepada yang seharusnya, serta sama sekali tidak terdapat niat dari yang bersangkutan untuk melakukan penipuan, penggelapan dan pencucian uang sabagaimana disangkakan,” tegasnya.

Sebab itu Nasrullah menilai pihak kepolisian hanya melihat perspektif hukum yang dampaknya dapat membuat kegaduhan di tengah masyarakat saat proses Pemilu 2019 belum usai.

“Ini mengecewakan publik, khususnya umat Islam, karena UBN sosok yang dihormati dan ulama yang disegani. Penetapan tersangka itu berpotensi memunculkan kegaduhan baru, terlebih saat ini tahapan Pemilu 2019 belum selesai,” pungkasnya.