Pemeriksaan Dahnil Dinilai Berbahaya bagi Demokrasi

Nasional

NOTULA – Pemeriksaan dugaan korupsi dana Perkemahan Pemuda Islam tahun 2017 terhadap Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Dahnil Azhar Simanjuntak, dinilai berbahaya bagi demokrasi.

Direktur Sabang Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, berpendapat, seharusnya pihak kepolisian merujuk pada hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BPK sudah menyatakan Perkemahan Pemuda Islam tahun 2017 tidak ada masalah.

“UUD menyebutkan BPK itu satu-satunya Badan Pemeriksa Keuangan. Jadi, kalau belum memberi tahu tidak ada potensi korupsi, bagaimana polisi duluan masuk. Kalau nggak BPK, ya minimal BPKP-lah,” tukas Syahganda, saat ditemui di Jalan Hos Cokroaminoto 93, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/11).

Dia menilai, pemeriksaan polisi terhadap Dahnil yang juga Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu sangat politis. Hal semacam itu tak baik bagi kehidupan berdemokrasi.

“Bahaya (untuk demokrasi) begitu. Nggak boleh. Karena ini kan bisa kita anggap sebagai cara-cara yang kurang fair dalam menjaga demokrasi,” sesal aktivis senior ini, seperti dikutip dari rmol.co.