Pelapor Kasus Makian Bupati Boyolali kepada Prabowo Diperiksa Tiga Jam

Nasional

NOTULA – Polisi mulai menindaklanjuti kasus makian Bupati Boyolali, Seno Samodro, terhadap Capres Prabowo Subianto saat aksi demo ‘Membela Tampang Boyolali’, beberapa waktu lalu.

Hari ini, Senin (3/12), penyidik Ditreskrimum Polda Jateng mulai meminta keterangan kepada Ahmad Iskandar sebagai pelapor.

Begitu keluar dari ruang pemeriksaan, Ahmad mengaku diperiksa selama tiga jam oleh penyidik. Ada 16 pertanyaan yang diajukan terhadapnya.

Dia pun beralasan lelah menjalani pemeriksaan, lalu meminta kuasa hukumnya menjelaskan lebih lanjut perihal pemeriksaan itu. Kuasa hukum yang juga Advokat Pembela Prabowo, Hanfi Fajri, mengungkapkan, pemanggilan ini tindak lanjut laporan Ahmad ke Mabes Polri, 5 November lalu.

“Ini tindak lanjut laporan 5 November lalu. Hari ini agenda pemeriksaan pelapor dan dua saksi yang kita ajukan,” kata Hanfi.

Dia meminta kasus ujaran kebencian yang diduga dilakukan Bupati Boyolali itu ditangani dengan cepat, sebagaimana polisi  menangani kasus ujaran kebencian lainnya, seperti ceramah ustad Bahar bin Smith.

“Kami ingin segera diproses, karena menyangkut kepala daerah yang tidak beretika. Perbandingan kasus Pak Jokowi yang dikatakan banci oleh habib Bahar bin Smith diproses cepat, kenapa proses Bupati Boyolali lambat,” ujar dia.

Dia juga menyayangkan harus ada pelimpahan kasus dari Mabes Polri ke Polda Jateng, sehingga penanganannya terkesan lambat. Selain itu, jika memang ada kekurangan alat bukti atau keterangan, seharusnya bisa segera mengirim Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).

“Locus ada dua, dari berita online kemudian lihat dari video, dan locus di Boyolali. Akibatnya tidak hanya di Boyolali, tapi Jakarta dan sejumlah daerah yang peduli dan mendukung pak Prabowo, apalagi ini Pemilu. Kita lapor juga ke Bawaslu dan ombudsman,” tandasnya, seperti dikutip dari rmol.co.