Pelanggaran Kampanye Mendekati 200 Ribu Temuan dan Laporan

Nasional

NOTULA – Meski Pemilu baru digelar April 2019, namun sudah hampir 200 ribu temuan maupun laporan dugaan pelanggaran kampanye masuk di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Anggota Bawaslu, Fritz Edward Siregar, mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah mengantongi 192.129 laporan dari masyarakat dan temuan yang mereka temukan di lapangan terkait pelanggaran kampanye.

“Bawaslu telah menemukan dan menerima 192.129 laporan dan temuan,” kata Fritz dalam diskusi bertajuk “Hitam Putih Kampanye Pilpres” di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (15/12).

Dari sekian banyak laporan dan temuan, pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah pada pemasangan alat peraga kampanye (APK).

“Ada 176.493 pemasangan alat peraga di tempat yang dilarang, 14.255 alat peraga kampanye mengandung materi yang dilarang, dan ada 1381 pemasangan APK di kendaran umum,” urainya, sembari mengatakan, itu belum termasuk dugaan pelanggaran kampanye di tempat ibadah, pendidikan dan iklan di media massa.

Terkait semua laporan dan temuan itu, Bawaslu akan memproses sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

“Semua itu kami terima. Tapi yang namanya pelanggaran administrasi ya diberikan teguran. Kalau alat peraga ya dia diturunkan, kalau pelanggaran pidana ya kami lanjutkan di Sentra Gakkumdu,” pungkas Fritz.

Indonesia akan menggelar Pemilu serentak perdana antara pemilihan presiden dengan pemilihan legilatif tahun depan. Pencoblosan atau pemungutan suara akan dilakukan pada 17 April 2019.