Pelaku Pengeroyokan Ketum KNPI Diringkus di Tanjung Priok dan Bekasi

Nasional

NOTULA – Kurang dari 1×24 jam, jajaran Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku pengeroyokan Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama.

Kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Kabid Humas Kombes E Zulpan, menyampaikan, pelaku pengeroyokan yang ada di TKP berjumlah empat orang, tapi baru berhasil diamankan tiga. “Diamankan di rumahnya, di Tanjung Priok dan Bekasi,” katanya, Selasa (22/2/22).

Hingga kini penyidik masih melakukan pendalaman terhadap motif pelaku. Menurut Zulpan, rilis penangkapan sengaja dilakukan di awal, meski motif pelaku belum diketahui, guna menghindari timbulnya spekulasi liar.

“Kami minta dirilis hari ini, jadi masih berkembang jauh banget,” terang Zulpan, sembari menyebutkan, ketiga pelaku yang ditangkap berinisial NS, JT dan SN. Ketiganya kelahiran Ambon dan berprofesi sebagai debt collector alias mata elang.

Batu dan Motor

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat, menyampaikan, selain mengamankan pelaku, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti penganiayaan.

“Di antaranya baju milik korban, kemudian batu yang digunakan tersangka untuk melukai korban, juga pakaian milik para tersangka. Ada juga kendaraan roda dua yang digunakan,” kata Tubagus, seperti dikutip dari rmol.id.

Para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP ayat 2 yakni penganiayaan berat, dengan ancaman sembilan tahun kurungan penjara. “Ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” pungkasnya.

Tak Bisa Dimaafkan

Secara terpisah, kasus penganiayaan terhadap Haris Pertama itu dinilai menjadi dosa besar bagi demokrasi, jika tidak diusut sampaii tuntas.

Ketua Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI), Muhammad Ramli Syamsuddin, mengatakan, tindakan pengeroyokan itu tak ubahnya pembungkaman terhadap para aktivis.

“Ini tidak bisa dimaafkan di negara demokrasi. Kita tahu beliau (Haris) merupakan aktivis yang sering mengeluarkan kritik-kritik tajam,” jelas Ramli.

Dia juga mengajak seluruh aktivis untuk mengawal kejadian itu, agar tidak sampai hilang begitu saja. “Kita kawal terus,” jelasnya.