NOTULA – Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Koalisi Masyarakat Sipil dan sejumlah elemen, menggelar aksi dukungan untuk penuntasan kasus Novel Baswedan yang sudah dua tahun ini tidak kunjung terungkap.

Sedikitnya sekitar seribu orang berkumpul di depan Gedung KPK, memberikan dukungan moril terhadap Novel, dan mendeklarasikan 11 April sebagai hari teror terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Kami sekaligus mencanangkan 11 April sebagai hari teror terhadap pemberantasan korupsi dan pembela hak asasi manusia di Indonesia,” kata Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap, saat membacakan deklarasi, Kamis (11/4).

Dijelaskan, dua tahun peringatan aksi teror terhadap Novel bukanlah seremonial belaka. Hal itu merupakan bentuk perlawanan masyarakat terhadap pelaku penyerangan dan upaya merintangi pemberantasan tindak pidana korupsi.

Untuk itu, Wadah Pegawai KPK mendesak Presiden Joko Widodo segera membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) independen untuk mengungkap kasus Novel. Jika dibiarkan, tidak menutup kemungkinan akan menimpa pegawai-pegawai KPK yang lain.

“Kami menuntut kepada Presiden RI untuk bersikap tegas dan terang, memerangi teror serta pelemahan KPK. Serta menuntut presiden RI untuk tidak menunda-nunda pembentukan tim TGPF independen,” tegas Yudi, seperti dikutip dari rmol.co.