PEC: 500 Jurnalis Meninggal Karena Covid-19, Dua dari Indonesia

Nasional

NOTULA – Laman resmi Badan Hak Media Internasional, Press Emblem Campaign (PEC), menyebutkan, hampir 500 jurnalis meninggal karena Covid-19 di seluruh dunia sejak 1 Maret 2020.

Lembaga yang berbasis di Jenewa itu, dalam laporan terbaru yang diterbitkan pada Rabu (1/12/20), mengatakan, selama November ada 47 pekerja media meninggal karena virus corona baru, dibanding 22 kematian pada Oktober. Tapi mereka memperkirakan jumlahnya kemungkinan jauh lebih tinggi.

“Pandemi ini semakin banyak memakan korban pekerja media. Ini kerugian yang sangat besar. Di negara-negara seperti India, Brasil, Argentina, dan Meksiko, jumlah korban di kalangan jurnalis terus meningkat,” kata Sekretaris Jenderal PEC, Blaise Lempen.

PEC, seperti dikutip dari RMOL.id, juga mengatakan, jumlah kematian kemungkinan lebih tinggi, karena penyebab kematian jurnalis terkadang tidak ditentukan, atau bahkan diumumkan.

Berdasar wilayah, dari 489 jurnalis yang meninggal akibat virus tersebut sejak 1 Maret, Amerika Latin memimpin dengan lebih dari separuh korban atau 276 kematian.

Asia menyusul dengan 125 orang tewas, Eropa 38 orang, Amerika Utara 26 orang, dan Afrika 24 orang.

Sedang Asosiasi Jurnalis Nasional Peru, menyebutkan, jusrnalis di negaranya memiliki jumlah kematian terberat, di mana 93 pekerja media telah meninggal akibat virus corona sejak Maret. India sekarang adalah negara yang terkena dampak terburuk kedua dengan 51 kematian.

Sementara itu Brasil menempati urutan ketiga dengan 43 korban, diikuti oleh Ekuador dengan 41 orang tewas, Bangladesh dengan 39, dan Meksiko dengan 33.

AS berada di urutan ketujuh dengan 25 korban, diikuti oleh Pakistan dengan 12 korban, Panama dengan 11, dan Bolivia dengan 9.

Di Inggris, negara Eropa yang paling terkena dampak, 10 orang telah meninggal sejak Maret.

Disusul Nigeria dengan 8 orang meninggal, Afghanistan 7, Republik Dominika 7, Honduras 7, Argentina 6, Nikaragua 6, Venezuela 6, Kolombia 5, Prancis 5, Rusia 5, Spanyol 5, dan Italia 4.

Tiga jurnalis meninggal akibat Covid-19 masing-masing di Kamerun, Mesir, Guatemala, Iran, Nepal, dan El Salvador.

Lalu dua kematian diketahui terjadi di Aljazair, Indonesia, Maroko, Paraguay, Afrika Selatan, dan Swedia.