PD XIII GM FKPPI Jatim Jadi Percontohan Organisasi Kepemudaan di Indonesia

NOTULA – Konsistensi dan perjuangan yang dilakukan dalam menjalankan roda dan program organisasi, membawa PD XIII GM FKPPI Jawa Timur sebagai organisasi kepemudaan yang pantas dijadikan contoh di Indonesia.

Dibuktikan dengan dipercayanya PD XIII GM FKPPI Jawa Timur menjadi pemateri pada Focus Group Discussion (FGD) Sahli Kasad, dengan tema ‘Optimalisasi Peran Kowil dalam Membantu Pemerintah Daerah Guna Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa’, Selasa (11/12).

FGD digelar oleh Kepala Staf Ahli Kasad, di Aula Jenderal Besar AH Nasution Lantai 1 Mabesad, Jalan Veteran No 5 Jakarta Pusat, dihadiri para Danrem, Aster Kodam, Dinas Kesbangpol dan Dinas Pemuda dan Olahraga se Indonesia.

PD XIII GM FKPPI Jatim Jadi Percontohan Organisasi Kepemudaan di Indonesi

Dari PD XIII GM FKPPI Jawa Timur, tampil sebagai narasumber, Ketua PD XIII GM FKPPI Jawa Timur, Ir R Agoes Soerjanto. Narasumber lainnya, perwakilan dari Kemenpora dan Pangdam IV Diponegoro.

Tujuan diselenggarakannya FGD untuk memberi masukan kepada Kasad dalam hal optimalisasi peran Kowil membantu daerah guna mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain itu juga untuk terwujudnya sistem pembinaan terhadap organisasi kepemudaan yang memiliki standar dalam penyelenggaraan pembinaan.

PD XIII GM FKPPI Jatim Jadi Percontohan Organisasi Kepemudaan di Indonesi

Dalam paparannya, Agoes Soerjanto menyampaikan, PD XIII GM FKPPI Jawa Timur sebelumnya vakum, bahkan mungkin bisa dikatakan mati suri.

“Demi menghidupkan kembali GM FKPPI Jatim, selama dua tahun terus mengetuk pintu para Danrem, Dandim serta Pangdam V Brawijaya, membahas bagaimana organisasi bisa aktif kembali,” kisah Agoes.

Konsolidasi dan silaturahim terus dilakukan. Pendataan kader yang merupakan putra putri anggota TNI-Polri dan Purnawirawan TNI-Polri terus dilakukan di seluruh daerah di Jawa Timur.

“Akhirnya kami bisa melakukan Musda dan Muscab di seluruh daerah. Dan kini mampu menjalankan roda organisasi dan aneka program organisasi secara mandiri,” tegasnya.

Aneka program, mulai dari internal, eksternal, gerak langkah sosial dan penghargaan bergengsi yang terima PD XIII GM FKPPI Jatim juga dijabarkan secara detail di depan para peserta FGD, dan mendapat apresiasi luar bisa dari peserta yang hadir.

“GM FKPPI tetap menjadi organisasi yang setia menjaga Pancasila dan NKRI. Melawan aksi terorisme, Separatisme dan anti Narkoba. Dan yang paling penting, GM FKPPI bersikap netral dalam hal politik praktis dan independen,” kata Agoes.

Pancasila dan NKRI menjadi gerak juang dalam segala program kaderisasi yang dijalankan. Terutama di era milenial saat ini. “Di era milenial saat ini, GM FKPPI harus memperkuat Ketahanan Nasional, Ketahanan  Ideologi, Teknologi, Pendidikan dan peningkatan inovasi dan kreativitas pemuda,” bebernya.

PD XIII GM FKPPI Jatim Jadi Percontohan Organisasi Kepemudaan di Indonesi

Dia juga menyampaikan, kejayaan organisasi kepemudaan itu bisa terjadi bila terus bersinergi dengan pihak terkait yang menjadi mitra. Baik antar organisasi kepemudaan, pemerintah pusat atau daerah, serta pihak TNI-Polri.

“Harapan saya, semua pihak harus bersinergi, terus melakukan pembinaan dan pengawalan pada organisasi kepemudaan yang ada. Terakhir, pemerintah harus ikut serta membangun kemandirian dan militansi organisasi,” jelasnya.

Dalam FGD itu, PD XIII GM FKPPI Jawa Timur juga mendapatkan piagam penghargaan sebagai organisasi kepemudaan percontohan di Indonesia. Piagam penghargaan dan cenderamata itu diterima oleh Ir R Agoes Soerjanto, sebagai Ketua PD XIII GM FKPPI Jawa Timur.