NOTULA – Saat ini kesadaran masyarakat akan pentingnya protein hewani yang sehat dan berkualitas, terutama sapi, terus meningkat. Bukan itu saja, kemasan juga menjadi daya pikat cukup kompetitif bagi masyarakat modern.

Menyadari perubahan sikap masyarakat itu, pejabat baru (Plt) Direktur Perusahaan Daerah Rumah Pemotongan Hewan (PD RPH) Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT, langsung bergerak cepat.

“Permintaan daging berkualitas terus meningkat, karena merupakan salah satu sumber protein yang banyak dikonsumsi, baik langsung dimasak maupun sebagai produk olahan seperti bakso dan kornet, tutur Ade, sapaan akrabnya, dalam sebuah kesempatan.

Makanan dan produk olahan, kata dia, harus berkualitas dan aman. Produk PD RPH Kota Malang sudah terstandar SNI, memenuhi kualifikasi standar higenitas, tata cara, layout dan animal welfare.

Pada proses pengembangan usaha sebagai jawaban atas tingginya tingkat kompetisi, PD RPH terus meningkatkan strategi penyediaan daging yang optimal, mulai meningkatkan kualitas potongan daging, termasuk recovery yang cukup untuk hewan yang akan dipotong.

Ade menyadari, PD RPH yang dipimpinnya merupakan titik awal pemenuhan kebutuhan daging, yang mengacu pada UU No 18/2009 pasal 61 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, dimana pemotongan hewan yang dagingnya diedarkan harus dilakukan di rumah potong, dengan mengikuti cara penyembelihan yang tak hanya memenuhi kaidah kesehatan masyarakat veteriner, tapi juga kesejahteraan hewan.

Dia berharap masyarakat mampu memilih daging berkualitas serta sesuai ketentuan. Menyadari itu, diperlukan strategi terencana dan inovatif untuk menghadapi segala bentuk regulasi serta penambahan nilai dari usaha pemotongan sapi, sehingga dapat memberikan kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan konsumsi daging.

PD RPH Kota Malang yang ada di Jalan Kolonel Sugiono 176 Malang, menyediakan daging segar serta produk olahan dari daging yang Aman, Sehat, Utuh, Halal, Segar (ASUH) dan Bergizi tinggi untuk masyarakat Kota Malang, demi mendukung program pemerintah menggalakkan wisata halal.

Menjawab tuntutan pasar modern, Ade juga mulai menekankan perlunya kecepatan dan keramahan dalam penjualan. Usaha penyediaan daging segar serta produk olahan dari daging memang memiliki peluang usaha yang diperhitungkan, karena memiliki nilai profit cerah di masa mendatang.

Jemput bola pasar juga mulai dilakukan dengan menawarkan produk dengan aneka varian yang sangat inovatif ke sejumlah perusahaan untuk bekerjasama.

Selain pemotongan hewan sebagai usaha utama, Ade juga berbenah dalam hal distribusi dan produksi dari ternak serta hasil–hasil dari ternak. Setelah berubah status dari Abattoir yang dikelola Dinas Kehewanan menjadi PD Pembantaian, Kini digunakan sebaik–baiknya untuk merehabilitasi infrastruktur.

Upaya teknis itu tentu diimbangi dengan peningkatan profesionalitas karyawan dan kinerja manajemen menuju perusahaan daerah yang mandiri. Selain itu juga perlu diversifikasi usaha guna meningkatkan pendapatan, tidak hanya perusahaan, tapi juga karyawan.

Inovasi yang kini dilakukan pimpinan baru, tak lepas dari upaya mengasah kemampuan bisnis karyawan pada RPH yang selama puluhan tahun bisa jadi terlena dengan nama rumah pemotongan hewan, sehingga hanya fokus ke pelayanan pemotongan hewan.

“Sekarang tidak bisa seperti itu, ada tuntutan entrepreneurship pada karyawan. Mulai menjadi peternak sampai sebagai distributor daging, bahkan tehnologi handling pasca pemyembelihan, seperti packing, penyimpanan dalam cold storage, sampai produksi varian olahan daging, bahkan marketing onlinenya, Ade merinci.

“Jadi kita ubah mindset karyawan juga, agar perusahaan ini tidak merugi lagi, kemudian bisa sehat, dan pada gilirannya kesejahteraan karyawan bisa meningkat, sehingga etos kerja dan kinerja juga meningkat, dan akhirnya perusahaan daerah ini bisa menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah) bagi Kota Malang,” katanya.

Saat ini Ade juga mulai berpikir soal perlunya divisi agribisnis, yang mengcover penyediaan bahan pangan untuk masyarakat, tidak hanya daging sapi, kambing dan unggas, tapi juga ikan laut dan tawar, serta bahan pangan lain .

“tentu ini membuka kran kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai pihak dan institusi terkait, seperti perguruan tinggi, KUD, petani, peternak, nelayan dan produsen bahan pangan lain. Asal karyawan punya semangat dan kebersamaan, serta pola pikir maju, dalam kurun waktu 6 bulan pasti sudah menguntungkan perusahaan,” optimismenya.

-Super Meat-

Saat ini, daging sapi, daging kambing, dan unggas yang segar dengan merk ‘Super Meat’ menjadi produk utama yang selalu tersedia, baik berupa hewan ternak maupun daging segar serta produk olahan lainnya.

“Kesehatan dan harga menjadi kombinasi syarat utama yang kami tawarkan, selain ketersediaan stok daging segar yang dapat kami jamin,” tutur Ade.

Kini PD RPH menawarkan produk daging bermutu tinggi dengan harga di bawah harga pasar, dengan rincian, Tenderloin (Daging Has Dalam) Rp 127.500,00 per kilo, Sirlion (Daging Has Luar) Rp 122.500,00 per kilo, Shank (Daging Kisi) Rp 107.500,00 per kilo, Silver Side (Gandik) Rp 107.500,00 per kilo, Rib (Iga) Rp 87.500,00 per kilo, Schenkel (Kikil) Rp 72.500,00 per kilo, Daging Rawonan Rp 97.500,00 per kilo, Liver (Hati Sapi) Rp 60.000,00 per kilo, Lidah Sapi Rp100.000,00 per kilo, dan Meatballs (Bakso Sapi Asli Daging) Rp. 1.500,00 per butir.

Untuk alur pemesanan, setiap pelanggan bisa menikmati layanan dengan berbagai macam cara dan media. “Yang pasti sangat memudahkan pelanggan, dan masyarakat akan merasakan layanan prima dari kami,” janji tokoh Arema yang juga dedengkot d’Kross Community itu.

Untuk itu pelanggan bisa datang langsung atau ke kantor PD RPH Kota Malang di Jalan Kolonel Sugiono 176 Malang, Telp (0341) 801037, atau mengunjungi Outlet Bursa Asli Daging di Jalan Kolonel Sugiono 231, bisa juga melalui Online Shop Social Media Whatsapp (085655253777, Super Meat) Line: 085655253777, Super Meat), Instagram: SupermeatAsliDaging, Facebook: SuperMeat Asli Daging, dan Twitter: @SupermeatAD