Pasca Insiden Nduga, Proyek Trans Papua Dihentikan

Nasional

NOTULA – Mengaku terkejut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyesalkan terjadinya penyerangan kepada para pekerja pembangunan Jembatan Kali Aorak dan Jembatan Yigi di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Menurutnya, kedua jembatan yang tengah dibangun itu merupakan bagian dari Trans Papua segmen 5, yakni ruas Wamena-Habema-Mugi-Kenyam-Batas Batu-Mumugu dengan panjang 278,6 km.

Berdasar info dari Humas Polda Papua, penembakan yang mengakibatkan korban meninggal dunia itu terjadi pada Minggu (2/12), diduga dilakukan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) terhadap pekerja dari PT Istaka Karya.

Soal jumlah pekerja yang meninggal dunia, mengalami luka-luka dan selamat, hingga kini masih menunggu konfirmasi dari pihak Kepolisian dan TNI.

“Kami menyampaikan dukacita yang mendalam kepada keluarga para korban penembakan dari PT Istaka Karya dimaksud,” kata Basuki, dalam keterangannya, Selasa (4/12).

Menurutnya, pembangunan Trans Papua segmen 5 merupakan prioritas program dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sebagai implementasi visi Nawacita ‘Membangun dari Pinggiran’.

Presiden, katanya, pernah kunjungan kerja memantau langsung progres pembangunan jalan pada ruas itu pada 10 Mei 2017, serta menugaskan Kementerian PUPR untuk mempercepat penyelesaian pembangunan jalan dan jembatan pada ruas itu.

Pembangunan jalan dan jembatan pada ruas ini telah lama ditunggu masyarakat setempat. Sebab itu sangat didukung masyarakat Papua, karena menjadi jalur terdekat dari Pelabuhan Mumugu dengan penduduk di kawasan Pegunungan Tengah.

“Keberadaan jalan itu sangat vital untuk mengurangi biaya logistik dan menurunkan tingkat kemahalan di kawasan Pegunungan Tengah, Papua,” tegasnya.

Kini, dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, Kementerian PUPR menghentikan sementara kontrak pembangunan jembatan pada ruas Wamena-Habema-Mugi-Kenyam-Batas Batu-Mumugu, dan akan dilanjutkan sesuai rekomendasi dari pihak TNI dan Polri. Penghentian dilakukan per hari ini, Selasa (3/12).