Partai Lain Dipandang Pro Rakyat, Elektabilitas PDIP-Gerindra-Golkar Turun

Nasional

NOTULA – Belakangan elektabilitas (tingkat keterpilihan) PDI Perjuangan, Partai Gerindra dan Partai Golkar, mengalami penurunan. Kenyataan itu tampak dari hasil survei terbaru Litbang Kompas.

Partai koalisi lainnya, Partai Nasdem, PAN, dan PPP juga ikut mengalami penurunan. Sedang yang elektabilitasnya naik adalah PKB, PKS dan Partai Demokrat.

Menanggapi itu, pengamat komunikasi politik, Hendri Satrio, mengatakan, salah satu alasan naik turunnya elektabilitas sebuah Parpol adalah soal kinerja.

“Penyebabnya banyak, tapi faktor paling besar adalah seberapa besar pro (kepuduliaan) kepada rakyat, dibanding PDIP, Gerindra dan lain-lain,” jelas dia, seperti dikutip dari RMOL.id, Rabu (24/2/21).

Terkait naiknya leketabilitas Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, serta dua politisi PDIP, Ganjar Pranowo dan Tri Rismaharini, memang tidak otomatis berimbas kepada elektabilitas Parpol.

Coatail effect tokoh tidak berimbas ke parpol, buktinya PDIP dan Gerindra gagal tembus 20 persen,” tegas Hendri Satrio.

Hasil survei Litbang Kompas pada Januari 2021, dibanding hasil Pemilu 2019, survei Oktober 2019 dan Agustus 2020:

PDI Perjuangan
Pemilu 2019: 19,33 persen
Oktober 2019: 21,8 persen
Agustus 2020: 23,1 persen
Januari 2021: 19,7 persen

Partai Gerindra
Pemilu 2019: 12,57 persen
Oktober 2019: 13,6 persen
Agustus 2020: 12,6 persen
Januari 2021: 9,6 persen

PKB
Pemilu 2019: 9,69 persen
Oktober 2019: 5,3 persen
Agustus 2020: 4,7 persen
Januari 2021: 5,5 persen

PKS
Pemilu 2019: 8,21 persen
Oktober 2019: 5,3 persen
Agustus 2020: 4,1 persen
Januari 2021: 5,4 persen

Partai Demokrat
Pemilu 2019: 7,7 persen
Oktober 2019: 4,7 persen
Agustus 2020: 3,6 persen
Januari 2021: 4,6 persen

Partai Golkar
Pemilu 2019: 12,31 persen
Oktober 2019: 7,7 persen
Agustus 2020: 5,9 persen
Januari 2021: 3,4 persen

Partai Nasdem
Pemilu 2019: 9,05 persen
Oktober 2019: 3,1 persen
Agustus 2020: 2,5 persen
Januari 2021: 1,7 persen

PAN
Pemilu 2019: 6,84 persen
Oktober 2019: 2,1 persen
Agustus 2020: 1,1 persen
Januari 2021: 0,8 persen

Partai Perindo
Pemilu 2019: 2,67 persen
Oktober 2019: 1,3 persen
Agustus 2020: 0,5 persen
Januari 2021: 0,6 persen

PPP
Pemilu 2019: 4,52 persen
Oktober 2019: 1,2 persen
Agustus 2020: 1,1 persen
Januari 2021: 0,5 persen

Partai Berkarya

Pemilu 2019: 2,09 persen
Oktober 2019: 0,3 persen
Agustus 2020: 0,1 persen
Januari 2021: 0,4 persen

Partai Hanura
Pemilu 2019: 1,54 persen
Oktober 2019: 0,8 persen
Agustus 2020: 0,9 persen
Januari 2021: 0,2 persen

PSI
Pemilu 2019: 1,89 persen
Oktober 2019: 1,1 persen
Agustus 2020: 0,3 persen
Januari 2021: 0,2 persen

Partai Garuda
Pemilu 2019: 0,50 persen
Oktober 2019: 0,3 persen
Agustus 2020: 0,0 persen
Januari 2021: 0,1 persen

PBB
Pemilu 2019: 0,79 persen
Oktober 2019: 0,0 persen
Agustus 2020: 0,1 persen
Januari 2021: 0,0 persen

PKPI
Pemilu 2019: 0,22 persen
Oktober 2019 0,0 persen
Agustus 2020: 0,0 persen
Januari 2021: 0,0 persen.