Panglima TNI: Paradoks Kemajuan Teknologi Perlu Diantisipasi

NOTULA – Kemajuan teknologi harus diakui sangat pesat, termasuk teknologi komunikasi. Namun paradoks kemajuan itu perlu diantisipasi. Sebab itu diperlukan perhatian dan kerja sama seluruh komponen bangsa untuk menekan paradoks kemajuan teknologi dan lebih memaksimalkan sisi positif pemanfaatannya.

“Saya yakin kita semua memiliki perhatian dan pandangan yang sama terkait perlunya sinergi, demi masa depan dan kemajuan NKRI,” kata Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, dalam keterangan pers yang diterim redaksi, Jumat (22/3).

“Kita tidak menginginkan negara yang begitu kaya ini dikoyak konflik seperti halnya negara-negara lain. Kita juga tidak ingin sekadar menjadi penonton yang baik dan melihat negara lain yang menikmati kemajuan teknologi”, tegas Panglima.

Menyikapi penyebaran berita-berita hoax maupun provokasi, menurut Panglima, karena kemajuan teknologi tidak dibarengi dengan kedewasaan penggunanya. Menurutnya, hoax ataupun provokasi dapat membahayakan stabilitas nasional.

“Kita tidak dapat mengelak dari kemajuan. Terlebih dengan berkembangnya internet of everything ataupun kecerdasan buatan. Apabila kita tidak dapat menguasai teknologi, maka kita hanya akan menjadi bulan-bulanan, menjadi objek, dan tidak dapat meraih keunggulan,” jelasnya.

Dikatakan juga, masyarakat luas memiliki kemampuan meraih keunggulan tersebut. Unicorn-unicorn yang muncul dan berhasil mengekploitasi teknologi serta berkembang pesat semuanya berasal dari masyarakat.

“Berbagai layanan dikembangkan masyarakat memanfaatkan platform internet,” katanya, seperti dikutip dari rmol.co.