Pandemi Covid-19, Ketua PHRI Kabupaten Malang Berharap Pembebasan Pajak

Malang Raya

NOTULA – Wilayah Kabupaten Malang yang saat ini menuju zona kuning untuk Covid-19, berdampak pada sektor pariwisata dan perhotelan, dibuktikan dengan mulai naik tingkat keterisian (okupansi) kamar hotel.

Ketua Perhimpuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Malang, Bambang Christianto, mengatakan, hamper semua hotel yang ada rata-rata okupansinya sudah mulai naik.

“Di awal pandemic sangat terpuruk, hanya 10 persen. Sekarang mulai menaik, rata-rata sudah 40 persen,” katanya, usai Sarasehan Pelaku Industri Pariwisata, di El Hotel, Karangploso, Kabupaten Malang, Rabu (18/11/20) malam.

Peningkatan tercepat, kata dia, terjadi di sektor kuliner dan objek wisata pantai, meski wisatawan yang berkunjung sifatnya hanya singgah. “Mereka datang pagi, rekreasi, kemudain balik pulang. Harapan kami mereka juga stay, sehingga okupansi hotel naik,” kata Kris, sapaan akrabnya.

Terkait kesiapan hotel, menurutnya, hampir semua hotel sudah beroperasi. Protokol kesehatan pun diberlakukan ketat. “Bahkan sejumlah anggota PHRI sudah menerima surat rekomendasi bahwa protokol Covid-19 dijalankan dengan baik,” imbuhnya.

PHRI juga menginginkan ada andil dari pemerintah, khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang. Dia berharap ada kepedulian, karena kondisi pariwisata tengah terpuruk.

“Dinas Pariwisata itu kan bapak kami, jadi mungkin bisa berbuat sesuatu kepada kami,” sergahnya.

Salah satu yang dimaksudkan Kris adalah ada pembebasan pajak. “Kami juga ingin dari perusahaan daerah, seperti PDAM, juga memberikan stimulus keringanan, baik berupa pembayaran ataupun diskon, karena hal itu berdampak luar biasa bagi kami,” rincinya.

Kris berharap pembebasan pajak bisa segera direalisasikan, karena itu menjadi motivasi tersendiri bagi pelaku usaha pariwisata dan perhotelan.