OTT di Kemenpora, Asisten Pribadi Menpora Terindikasi Berperan Signifikan

Nasional

NOTULA – Hingga kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami peran Miftahul Ulum, asisten pribadi Menteri Pemuda Dan Olahraga, Imam Nahrawi, terkait dugaan suap dana hibah KONI.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, mengatakan, pihaknya saat ini belum bisa menyimpulkan ada-tidaknya keterlibatan Miftahul Ulum dalam kasus ini.

“Saya belum bisa simpulkan itu, tapi indikasinya peran yang bersangkutan memang signifikan, ya. Kita lihat dulu, bisa saja dia membukanya. Karena kalau kita lihat jabatannya, bisa kita lihat seperti apa peranannya. Ada beberapa yang tidak confirm satu sama lain,” ucap Saut, Rabu (19/12).

Seperti diberitakan, dalam kasus ini KPK telah menetapkan lima tersangka. Mereka adalah Deputi IV Kemenpora, Mulyana, PPK Kemenpora, Adhi Purnama dan Staf Kemenpora, Eko Triyanto.

Sebagai pihak diduga pemberi suap adalah Sekretaris Jenderal KONI, Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI, Jhoni E Awuy.