Optimisme Jaga Destinasi Wisata di Tengah Pandemi Covid-19

Malang Raya

NOTULA – Pembatasan kegiatan dan kawasan sosial sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 menjadi prioritas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (disparbud) Kabupaten Malang.

Sesuai Surat Edaran Nomor 556/543/35.07.108/2020 tentang Perpanjangan Penutupan Daya Tarik Wisata yang dikeluarkan Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Dr Made Arya Wedanthara SH MSi, praktis seluruh aktivitas wisata dinonaktifkan sampai masa darurat Covid-19 berakhir dan dinyatakan aman bagi wisatawan.

Dr Made Arya Wedanthara SH MSi

Penutupan destinasi wisata ini tujuannya untuk menghindari potensi penularan dari kawasan wisata. “Apalagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Malang berasal dari berbagai penjuru Indonesia, bahkan mancanegara, selain membahayakan antar pengunjung juga cukup berisiko bagi pengelola dan warga di sekitar destinasi wisata,” kata Made.

Ditemui di sela mendampingi Bupati Malang, H M Sanusi, dalam rangka penyerahan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Kecamatan Ampelgading, Kamis (23/4), Made menuturkan, pihaknya optimistis wisatawan akan kembali membanjiri destinasi wisata di kabupaten begitu masa darurat berakhir.

“Setelah lepas dari kondisi darurat, kami yakin wisatawan akan mencari destinasi untuk melampiaskan rasa penat setelah berbulan-bulan menjalani karantina, nah, dari situ bisa kami genjot lagi tingkat kunjungannya,” bebernya.

Penutupan destinasi wisata, tambah Made lagi, menjadi kesempatan bagi pengelola maupun alam untuk recovery atau memulihkan diri. “Sehingga, begitu karantina selesai, daya tarik wisata kabupaten akan memberikan kepuasan dan kenyamanan lebih,” tukas Made.