Operasi Senyap KPK Sasar Pejabat Kemenpora, Terkait Dana Hibah KONI

Nasional

NOTULA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi senyap tangkap tangan (OTT). Kali ini menyasar lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Selasa (18/12) malam.

“Benar, ada tim dari Penindakan KPK ditugaskan di Jakarta. Kami dapat informasi akan terjadi transaksi penerimaan uang oleh penyelenggara negara di Kemenpora,” tutur Ketua KPK, Agus Rahardjo, sesaat lalu.

Berdasar informasi itu, penyidik KPK melakukan crosscheck dan menemukan bukti-bukti awal berupa uang sekitar Rp 300 juta dan sebuah ATM yang juga berisi uang seratusan juta rupiah.

“Diduga terjadi transaksi (kickback) terkait pencairan dana hibah dari Kemenpora ke KONI,” tambah Agus, seperti dikutip dari rmol.co.

Sebelumnya, sebuah foto beredar di media social yang menggambarkan KPK telah melakukan penyegelan salah satu ruangan di kementerian yang dipimpin Imam Nachrawi itu.

Operasi Senyap KPK Sasar Pejabat Kemenpora, Terkait Dana Hibah KONI

Ruangan yang disegel tak lain ruang kerja Asisten Deputi Olahraga Prestasi Kemenpora. Namun hingga berita ini dilaporkan, pimpinan KPK maupun Jurubicara Febri Diansyah belum bisa dikonfirmasi.

Yang pasti, KPK mengamankan sebanyak 9 orang dari serangkaian operasi tangkap tangan di lingkungan Kemenpora itu. “Semuanya dibawa ke kantor KPK untuk kebutuhan klarifikasi lebih lanjut,” tambah Agus Rahardjo.

Dijelaskan juga, pihak yang dibawa ke kantor KPK ada dari unsur Kemenpora dan KONI, yakni pejabat setingkat Deputi di Kemenpora, PPK, ataupun pengurus KONI.

Agus berjanji akan menyampaikan lebih rinci pada konferensi pers, Rabu (19/12) hari ini. “Sesuai KUHAP, KPK diberi waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status pihak-pihak yang diamankan,” jelasnya.

Deputi IV

Secara terpisah, penggeledahan dan penyegelan di satu ruang kerja lingkungan Kemenpora dibenarkan Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewobroto, Selasa (18/12) malam. “Jam 20-an, pas saya ada acara di luar kantor, dapat info ada petugas KPK melakukan penggeledahan dan penyegelan,” katanya.

Gatot belum bisa mengkonfirmasi soal kasus apa tim penyidik KPK melakukan penggeledahan dan penyegelan itu. Dia hanya menyebutkan ada lima orang yang dianggkut tim penyidik KPK. “Ada rekan kami, Deputi IV dibawa, ada PPK, bendahara dan dua orang lain,” tutup Gatot.

Pada penggeledahan itu, KPK dikabarkan berhasil mengamankan uang ratusan juta rupiah. “Penyidik melakukan crosscheck dan menemukan bukti-bukti awal berupa uang sekitar Rp 300 juta dan sebuah kartu ATM yang juga berisi uang seratusan juta rupiah,” timpal Ketua KPK, Agus Rahardjo.

Agus menduga uang itu merupakan transaksi (kickback) terkait pencairan dana hibah dari Kemenpora ke KONI.