Omzet Turun, Pedagang di Sekitar Proyek Malang Heritage Mengeluh

Malang Raya

NOTULA – Pembangunan Malang Heritage di Kayutangan Kota Malang dikeluhkan pedagang dan pemilik toko. Mereka mengaku terdampak langsung dan mengalami penurunan omzet hingga hampir 80 persen.

Tertutupnya akses menuju ke kedai akibat konstruksi dan pengoperasian alat berat diduga sebagai penyebabnya. Pedangang mengeluhkan banyak konsumen yang akhirnya batal beli, karena tidak bisa masuk.

“Awal tutup kalau gak salah hari Senin, sejak itu langsung sepi mas. Omzet turun sampai hampir 80 persenan lah. Disamping itu gak ada kompensasi dari pemerintah,” keluh Tamil Arifin, karyawan Bakso Toha.

Menyiasati hal itu, pihak toko memasang sejumlah banner di pinggir jalan, sebagai penanda untuk konsumen. Namun tak jarang konsumen justru memutar arah dan akhirnya batal belanja atau makan di kawasan itu.

“Ya kita pasang banner mas, biar tahu kalau bakso saya tetap buka. Tapi ya banyak yang putar balik, karena jalannya ditutup,” Imbuhnya.

Meski begitu pedagang optimis bahwa pembangunan di Kawasan Kayutangan itu kelak dapat memberikan manfaat bagi perekonomian Kota Malang.