Nuning: Mastermind Rusuh 22 Mei Terlatih

Nasional

NOTULA – Kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei lalu di Jakarta, tidak bisa dipandang sebelah mata, karena seperti sudah direncanakan dan tidak dilakukan secara asal-asalan.

Aksi yang digelar untuk menolak hasil penghitungan suara Pilpres itu awalnya berjalan lancar dan aman. Baru saat tengah malam terjadi gelombang kerusuhan secara massif.

Demikian dikatakan pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Kertopati, dalam keterangan tertulisnya yang dikirim kepada redaksi, Rabu (29/5).

Dia mengatakan, jika melihat bukti-bukti tentang penyiapan serangan ke Bawaslu secara massif, patut diduga kerusuhan sudah direncanakan oleh dalang yang profesional.

“Jadi ada mastermind yang tidak asal-asalan, dan pasti terlatih,” duganya, seperti dikutip dari rmol.co.

Berbagai kamuflase dilakukan para perencana untuk memperdaya aparat, agar tidak dikenai pencegahan. Kamuflase itu bahkan telah terprogam secara rapi.

“Apa ini suatu gerakan massa berdasarkan nurani? Saya rasa tidak, ini terencana,” tukas wanita yang akrab disapa Nuning itu.

Dugaan dosen Universitas Pertahanan bukan tanpa alasan. Sebab, Polri juga telah merilis, ada empat pejabat yang menjadi target dari kerusuhan itu.

“Jadi, ini ada faktor kesengajaan. Menakut-nakuti itu ciri khas perbuatan terorisme,” sambungnya, sembari berkesimpulan bahwa ada situasi yang saling menunggangi dalam kerusuhan 22 Mei lalu.

Mereka adalah kelompok kepentingan pendukung pasangan salah satu Capres-Cawapres, para intelektual dan purnawirawan, yang tidak puas dengan kepemimpinan Jokowi, serta kelompok kaum radikal.

“Termasuk para pemilik modal yang terusik dengan aturan-aturan pemerintahan Jokowi. Mereka bersatu padu melawan kemenangan Jokowi,” pungkasnya.