Nilai Suap Bansos Diyakini Lebih Besar dan Ada Keterlibatan Pihak Lain

Nasional

NOTULA – Saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mencari bukti-bukti lain terkait dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus korupsi bantuan sosial (Bansos).

Kepastian itu disampaikan Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto, merespon hasil investigasi Tempo soal adanya korupsi Bansos untuk difabel.

“Kemarin ada muncul di Tempo dan lain-lain, kalau memang sebagai informasi yang bagus, kita padukan, kita cari. Karena di program Bansos itu banyak sekali, bukan hanya difabel, PKH, dan lain-lain,” jelas Karyoto kepada wartawan, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (20/1/21).

KPK, tambah Karyoto, saat ini tengah mencari bukti-bukti terkait adanya pengurangan kualitas Bansos dan lainnya. “Tentu kita cari alat pendukung yang lain. Ini pun masih banyak dikembangkan yang lain-lain. Kan rekan-rekan juga tahu kita tidak berhenti disitu,” tegasnya.

Menurutnya, KPK saat ini masih fokus di perkara suap yang menjerat Juliari Peter Batubara (JPB), saat menjabat Menteri Sosial, dan empat tersangka suap lain dalam perkara ini. Karena, KPK punya keterbatasan waktu untuk menyelesaikan proses penyidikannya.

“Nah, Pasal 2 dan Pasal 3 kita mencari-cari ya, proyek apa saja bentuk pengadaannya, siapa yang melakukan, PPK-nya bagaimana, terus cara pengadaannya juga bagaimana, nah itu sedang kit acari, dan ini dikembalikan lagi pada proses penyelidikan,” jelasnya.

Apalagi, sambungnya seperti dikutip dari RMOL.id, KPK juga meyakini bahwa jumlah suap Bansos bukan hanya di kisaran yang sebelumnya disampaikan KPK.

“Masih banyak yang lain. Pasti kalau memang nanti ada informasi yang cukup, kita akan mengejar juga. Tentunya nanti kalau ada informasi yang sangat cukup akan kita gali juga,” pungkasnya.