Netty: Inggris Subsidi Biaya Kesehatan di Tengah Covid-19, Indonesia Naikkan Iuran BPJS

Nasional

NOTULA – Kebijakan menaikkan iuran BPJS Kesehatan YANG DIAMBIL Presiden Jokowi, di tengah pandemi Covid-19, dinilai menambah beban dan telah mempermainkan hati rakyat.

Demikian ditegaskan anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Heryawan, dalam keterangannya, seperti dikutip dari rmol.id, Senin (18/5/20).

“Apa yang dilakukan Presiden Jokowi itu menyakiti dan mempermainkan hati rakyat,” kata dia.

Seperti diketahui, Perpres No 64/2020 menetapkan iuran peserta PBPU dan peserta BP kelas 1 sebesar Rp 150.000, kelas 2 yakni sebesar Rp 100.000, dan kelas 3 iuran yang ditetapkan sebesar Rp 42.000.

Angka itu lebih rendah dari Perpres No 75/2019, yakni sebesar Rp 160.000 kelas I, kelas II sebesar Rp 110.000, dan Rp 51.000 kelas III, yang beberapa waktu lalu sudah dibatalkan oleh Mahkamah Agung.

Apalagi, menurut Netty, kenaikan iuran BPJS itu justru dilakukan pemerintah saat kesehatan dan ekonomi rakyat dihantam badai Covid-19 di tanah air.

“DI negara kita beda, saat rakyat butuh bantuan karena hantaman Corona, justru pemerintah menaikkan iuran,” sesalnya.

Politisi PKS itu menyarankan, dalam kondisi seperti sekarang ini pemerintah seharusnya melonggarkan segala bentuk tanggungan masyarakat, bukan justru tambah membebani.

“Pada kondisi seperti sekarang ini, negara lain justru berusaha mensubsidi rakyatnya. Inggris misalnya, secara tegas melakukan apa saja untuk mensubsidi NHS (National Health Services),” katanya.

“Pemerintah kita malah menambah beban rakyat. Makanya saya bilang, negara kita memang beda,” tukasnya.