Nelly: Caleg Perempuan Jangan Dipandang Sebelah Mata

NOTULA – Skandal yang menimpa 41 anggota DPRD Kota Malang, beberapa waktu lalu, memaksa para calon anggota legislatif (Caleg) 2019 kerja keras memulihkan kepercayaan publik.

Suasana itu juga dirasakan para Caleg perempuan. Belum lagi masalah pemenuhan kuota 30 persen yang ternyata bukan pekerjaan mudah.

Dalam hal kuota, diakui, salah satu penyebabnya meman people trust (kepercayaqn publik). Tapi sebenarnya bukan pada calon anggota legislatif (caleg) perempuan saja, tapi semua Caleg.

Khusus di Kota Malang memang lebih parah lagi, akibat ‘tsunami politik’ yang ditandai 41 anggota dewan menjadi pesakitan di KPK. Tingkat kepercayaan bahkan sampai di titik nadir.

”Dan itu menjadi pekerjaan berat, bukan saja bagi Caleg perempuan, tapi semuanya. Akibatnya, jalan Caleg perempuan juga makin terjal,” tutur Laily Fitriyah Liza Min Nelly, Ketua Perindo Kota Malang.

Nelly yang juga Caleg DPRD Kota Malang Dapil Kedungkandang, mengungkapkan hal itu pada acara Jagongan Ngopi, sebuah talkshow politik di AremaTV, Senin (3/12) malam.

Belum lagi, caleg perempuan masih sering dipandang sebelah mata. Tak jarang keberadaannya dianggap sekadar pelengkap untuk memenuhi daftar calon tetap (DCT), agar partai politik tidak disanksi KPU.

Padahal, sambungnya, perempuan justru sanggup memberikan warna, bukan sekadar pelengkap. Jangan salah, Kendedes, yang asli Arema, merupaka  ibu para raja. Jadi perempuan tidak kalah, bahkan bisa lebih dari laki-laki.

Sementara iti Sri Rejeki, Caleg Partai Berkarya, membenarkan hal itu. Ia menambahkan, perempuan justru mampu merubah situasi dan kondisi di gedung dewan. Bahkan tidak mustahil, kata caleg Dapil Kedungkandang ini, perempuan bakal memimpin legislatif.

”Kami punya bekal. Perempuan punya kemampuan, termasuk kemaunan merubah kondisi, terutama menyangkut kepercayaan rakyat,” imbuh wanita yang akrab disapa Ciciel ini.

Apa bekalnya? ”Perempuan dikaruniai sifat kasih sayang seorang ibu. Sifat itu sesuai dengan posisi kami nantinya, yang menjadi wakil rakyat. Tidak mungkin seorang ibu menghancurkan anak-anaknya,” rincinya.

Dengan keyakinan itu, baik Nelly maupun Ciciel percaya, kepercayaan rakyat akan pulih, meski harus dimulai dari nol lagi. ”Justru itu lebih baik. Mari kita bersama-sama, mulai dari awal lagi,” tutur keduanya.