Musda ke IX MUI Kota Malang, dari Bahaya Hoax hingga Ekonomi Berbasis Online

Malang Raya

NOTULA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang, KH Baidowi Muslich, mengingatkan, komitmen keagamaan tak bernilai bila tak diikuti komitmen kebangsaan.

“Begitu juga sebaliknya. Ini penting, karena kita (bangsa) sedang berada pada krisis dan permasalahan itu,” tambah Ketua MUI masa bhakti 2016-2020 itu, pada forum Musda ke IX MUI Kota Malang, di Hotel Savana, Sabtu (26/12/20).

Sementara itu pengurus MUI Jatim, KH M Nuruddin, juga mengingatkan pentingnya menguatkan kerjasama, sinergi dan komunikasi antara ulama dan umaro. “Kalau berjalan sendiri sendiri, kehancuran jadi taruhannya,” kata dia.

Sedang Walikota Malang, Sutiaji, pada sambutan pembukaan Musda, menekankan pentingnya komitmen kebersamaan gerak dengan ulama (MUI, red). Dia juga mengabarkan rencana peresmian Islamic Center, akhir bulan ini.

“Salah satu yang dapat saya informasikan kepada para al mukarom, kyai, Insya Allah pada 30 Desember nanti kita resmikan Gedung Islamic Centre, dan salah satunya ruangan yang ada di dalamnya bisa dimanfaatkan untuk Kantor MUI Kota Malang,” katanya.

Dihadapan peserta Musda, Sutiaji juga mengingatkan bahaya dan berseliwerannya informasi hoax dan percakapan yang dipenuhi rasa kebencian serta bersifat membenturkan, terutama di media sosial.

“Nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan tercabik-cabik karena hal itu, semoga ini juga menjadi garapan (bahasan) program MUI Kota Malang,” harapnya.

Dia juga mengingatkan pentingnya program penguatan ekonomi umat, melalui ekonomi berbasis online, mengembangkan layanan sertifikasi halal secara online, sekalgus membentengi umat dari gerakan rentenir, yang belakangan juga dilakukan secara online.