Mungsret saat Pandemi, Kini Usaha Gerabah Mulai Bangkit

Ekbis

NOTULA – Centra kerajinan gerabah di Kota Malang sudah sangat dikenal, tepatnya di kawasan Dinoyo, salah satunya di Jalan Mayjen Panjaitan XVII-A/72. Desain yang dihasilkan pusat kerajinan itu juga berkualitas, tak perlu diragukan lagi.

Sayangnya, sejak pandemi, industri gerabah lesu. Banyak orderan digagalkan. Seperti dikatakan Suhartoko, salah satu pengrajin gerabah.

Dirinya mengaku, di awal pandemi, orderan aksesoris pernikahan yang kerap dia dapatkan, semuanya digagalkan.

Seiring berjalannya waktu, kini, industri gerabahnya mulai menggeliat. Produksi vas bunya juga meningkat, sesuai permintaan.

Suhartoko juga mengaku, semua gerabah dia sendiri yang membuatnya, mulai ukuran pot bunga kecil sampai terbesar juga ada. Saat ini hanya ukuran kecil yang sering dipesan.

Saat ini dia juga hanya bekerja sama dengan kafe yang ada di Kota Malang dan Batu saja. Kebanyakan, beberapa kafe itu memesan vas untuk hiasan di kafenya.

Dia bersyukur, karena produksinya masih berjalan, di tengah pandemi saat ini. Walaupun tidak sebanyak dulu sebelum pandemi. Saat itu gerabahnya sampai ke luar jawa. Saat ini melayani sekitar Malang Raya saja.

Di sisi lain Suhartoko menyinggung kalangan muda yang menurutnya kurang tertarik dengan seni gerabah.

Padahal hanya anak muda yang bisa meneruskan seni industri gerabah. “Semoga ada yang berminat, sehingga kerajinan gerabah tanah liat ini tidak hilang,” harapnya.