Muhammadiyah: Tokoh Agama dan Elite Politik Harus Ciptakan Suasana Sejuk

Nasional

NOTULA – Statemen dan tindakan yang dapat memanaskan dan memperkeruh keadaan yang merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara harus dihindari.

Seluruh tokoh agama, elite politik, pejabat publik, media massa, netizen, dan warga bangsa, harus dapat menciptakan suasana yang sejuk dan damai.

Demikian pesan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, menanggapi Aksi 21 dan 22 Mei yang rusuh dan mengakibatkan ratusan orang menjadi korban.

“Semua itu demi kerukunan dan persatuan nasional,” tutur Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti, dalam jumpa pers di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62, Jakarta Pusat, Kamis (23/5).

Organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu juga mengimbau agar media sosial menjadi saluran yang mampu menciptakan suasana tenang, damai, bersatu, dan berkeadaban mulia.

“Bukan untuk memproduksi hoax, keresahan, kebencian, perseteruan, dan permusuhan sesama keluarga bangsa Indonesia,” sambungnya.

Kepada warga persyarikatan (internal), Muhammadiyah mengajak untuk tidak terpengaruh informasi dan pesan-pesan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga persyarikatan harus bisa mengedepankan sikap kritis, damai, bijak, dan dewasa.

“Juga harus disertai ikhtiar menjalin taawun atau kerjasama dengan berbagai pihak untuk kerukunan, kemajuan, dan persatuan bangsa,” pungkasnya, seperti dikutip dari rmol.co.