NOTULA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengecam keras aksi kerusuhan yang terjadi pada 21 dan 22 Mei. Aksi kerusuhan itu diduga dilakukan para perusuh yang datang untuk menodai aksi damai yang sebelumnya berjalan lancar.

“Kami mengecam keras kerusuhan di Jakarta yang dilakukan para perusuh anarkis di luar pendemo, hingga menimbulkan jatuh korban demokrasi,” tegas Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti, dalam jumpa pers di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (23/5).

Dia juga mengatakan, setiap unjuk rasa harus dilandasi oleh jiwa hikmah kebijaksanaan dan permusyawaratan. Tapi hal ini ternodai orang-orang yang tidak bertanggung jawab. “Mereka merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Aksi damai menolak hasi penghitungan suara yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (21/5) awalnya berjalan lancar.

Aksi yang berlangsung sejuk dan damai itu dimulai sejak pukul 10.00 hingga demonstran selesai menggelar salat tarawih di depan Kantor Bawaslu sekitar pukul 21.00.

Namun kemudian, ada massa anarkis yang datang pukul 23.00 dan melakukan sejumlah perusakan. Tidak hanya di Bawaslu, massa brutal juga muncul di Jalan Aipda KS Tubun pada pukul 03.00 dan membakar sejumlah kendaraan di Asrama Brimob.