MS Kaban: Sangat Elok Prajurit TNI yang Sita Buku PKI Naik Pangkat

Nasional

NOTULA – Langkah anggota TNI menyita buku yang menyinggung PKI dan komunisme di salah satu toko buku di Kediri, Jawa Timur, dinilai sudah tepat.

“Sekali ganyang PKI, ganyang sampai akhir zaman,” kata Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang, MS Kaban, menanggapi penyitaan itu, Minggu (30/12).

Seperti diberitakan, penyitaan dilakukan personel Komando Distrik Militer 0809 Kediri, Rabu (26/12) lalu.

Ada ratusan buku menyinggung soal PKI dan komunisme yang disita dari dua toko, Toko Q Ageng dan Toko Abdi di Jalan Brawijaya, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare.

Penyitaan dilakukan atas informasi dari masyarakat. Ratusan buku yang disita terdiri dari berbagai judul dan penulis. Beberapa buku yang disita misalnya berjudul ‘Benturan NU PKI 1948-1965’.

Seperti dikutip dari rmol.co, Kaban berpendapat, seluruh anggota TNI yang menyita buku-buku PKI dan komunisme layak diberi apresiasi.

“Presiden Jokowi, betapa elok jika memerintahkan Panglima TNI untuk menaikkan pangkat seluruh anggota TNI yang telah menyita buku-buku tersebut,” katanya.

Kaban juga mengingatkan, bahwa larangan komunisme beredar di NKRI adalah amanat MPRS. “Langkah TNI sudah betul, wajib didukung,” katanya.

Sementara itu, berbeda dengan Kaban, suara penolakan disampaikan politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari. Kepada wartawan, Kamis (27/12), dia mengatakan bahwa tindakan apparat TNI itu berlebihan alias lebai.

Eva beralasan, yang berwenang menarik buku-buku yang dianggap tidak layak beredar adalah petugas kepolisian.

Sebab, menurut dia, penertiban buku-buku itu termasuk ke dalam tugas pengamanan dalam negeri, sedangkan anggota TNI seyogyanya memiliki tugas terkait pertahanan negara.