Menyusul Hariyanto dan Hari Sasongko, Amari juga Meninggal Dunia

Malang Raya

NOTULA – Setelah Hariyanto dan Hari Sasongko, dua kader PDIP Kabupaten Malang yang meninggal dunia akibat kecelakaan di tol Ngawi-Solo, Amari, juga kader partai yang sama, akhirnya menyusul dua rekannya itu.

Amari menghembuskan nafas terakhirnya, Kamis (19/11/20) sekitar pukul 16.00 WIB, setelah dirawat lima hari di RSUD dr Moewardi Surakarta.

Anggota Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang, Dra Hj Tutik Yunarni, membenarkan kabar meninggalnya Amari. Saat ini tengah menunggu proses administrasi.

“SOP nya, setelah dinyatakan meninggal selanjutnya diterbitkan surat keterangan kematian, dan untuk menerbitkan itu, butuh waktu 2 jam,” kata Yuni, panggilan akrabnya, melalui sambungan telepon, Kamis (19/11/20) malam.

Setelah itu jenazah sudah bisa dibawa ke Malang, ke rumah duka. “Dari pengalaman mengurus almarhum Pak Hariyanto yang dinyatakan meninggal pukul setengah lima, surat keterangan kematian terbit pukul 6.30 WIB,” tambahnya.

“Kalau Pak Amari ini sekitar jam 4 sore kabar meninggalnya. Jadi sekitar jam 6 an sudah keluar surat kematiannya, dan sudah bisa dibawa ke Malang, dengan catatan ambulance sudah siap,” tuturnya.

Diperkirakan jenazah tiba di rumah duka pukul 24.00 WIB. “Kapan dan dimakamkan dimana, belum ada kabar dari keluarga. Yang jelas jenazah sudah disucikan dan disiapkan dari rumah sakit, di rumah tinggal menyolatkan saja,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan Hari Sasongko juga dinyatakan meninggal dunia, Rabu (18/11/20). Sementara Hariyanto meninggal dunia di lokasi pada saat kecelakaan, Jumat (13/11/20).

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan terjadi pada pukul 04.00 WIB. Mobil yang dikemudikan Amari menabrak Truk Fuso yang mengangkut asbes.