NOTULA – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi melaporkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). BPN juga meminta KPU menghentikan penayangan Sistem Perhitungan (Situng) di Portal KPU.

“Kami meminta Bawaslu RI memerintahkan KPU RI agar saat ini juga menghentikan penghitungan melalui aplikasi Situng, karena sudah menyesatkan opini rakyat dan dapat mengarah pada tingkat kegaduhan yang tidak kita inginkan,” tutur Direktorat Advokasi dan Hukum BPN, Sufmi Dasco Ahmad, Kamis (2/5).

Laporan kepada Bawaslu itu dilakukan setelah mendengar pernyataan dari Komisioner KPU yang mengaku ada kesalahan saat input di website Situng KPU. KPU mengakui telah terjadi human error saat menginput angka suara di website KPU.

“Jadi, dasar pijakan kami pun juga bersumber kepada apa yang telah disampaikan komisioner KPU RI yang dengan terang mengakui kesalahan pada sistem input aplikasi Situng,” jelasnya.

Kesalahan pada proses input di Situng KPU, menurutnya, bukan hanya merugikan Paslon 02, rakyat juga merasa dirugikan dengan adanya kesalahan itu.

“Bukan hanya kami yang dirugikan nantinya, rakyat yang telah memiliki hak memilih merasa disesatkan dengan adanya penghitungan surat suara yang justru dirasa menciderai arti dan makna berdemokrasi. Masyarakat menjadi bertanya-tanya akan kesungguhan dan integritas penyelenggara Pemilu ini,” tegasnya.

Tak hanya itu, seperti dikutip dari rmol.co, Sufmi juga mengaku, kesalahan itu juga telah memperkeruh suasana di tengah-tengah masyarakat, sejak hari pencoblosan 17 April lalu.

“Dinamika ini kemudian diperkeruh dengan suasana perhitungan secara salah dalam menginput data hasil suara yang dilakukan pada sistem penghitungan KPU melalui aplikasi Situng KPU” pungkasnya.