Menpora: Tugas Menteri Kan Bukan Hanya soal Proposal

Nasional

NOTULA – Semua yang dilakukan dalam proses pengajuan dan penyaluran dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sudah sesuai aturan.

Menpora Imam Nahrawi mengatakan hal itu, di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, setelah menjalani pemeriksaan, Kamis (24/1).

Politisi PKB itu menjalani pemeriksaan sekitar 5 jam, terkait penyidikan kasus suap dana hibah Kemenpora kepada KONI. “Semuanya sama, kita berikan, dan tentu itu melewati proses penelaahan yang begitu mendalam dan diverifikasi,” tambahnya.

Meski begitu Imam berkilah saat ditanya apakah dia sudah membaca secara utuh isi proposal dana hibah yang diajukan KONI itu.

“Tugas menteri kan tidak hanya soal proposal, banyak tugas-tugas lain, tentu kami itu punya yang namanya sekretaris,” tuturnya, seperti dikutip dari rmol.co.

Seperti diberitakan, KPK mengungkap kasus suap dana hibah Kemenpora untuk KONI dalam operasi tangkap tangan (OTT), dilanjut penetapan lima tersangka, tiga diantaranya penerima suap, yakni Deputi IV Kemenpora, Mulyana, PPK Kemenpora, Adhi Purnama dan Staf Kemenpora, Eko Triyanto.

Sedang sebagai pihak diduga pemberi suap adalah Sekretaris Jenderal KONI, Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI, Jhoni E Awuy.

Alat bukti yang diamankan berupa uang tunai senilai Rp. 318 juta, buku tabungan dan ATM dengan saldo sekitar Rp. 100 juta, satu unit mobil Chevrolet dan bingkisan uang tunai di KONI senilai Rp. 7 miliar.