Menpora Penuhi Panggilan KPK

Nasional

NOTULA – Menpora Imam Nahrawi memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia tiba di Gedung Merah Putih KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (24/1), pukul 10.11 WIB.

“Surat dari KPK saya terima kemarin sore, saya harus memenuhi pemanggilan sebagai saksi,” jelas Imam singkat, kepada wartawan.

Peyidik KPK memeriksa Menteri Imam terkait kasus suap dana hibah Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Nama Imam Nahrawi disebut-sebut mengetahui proses pembahasan dana hibah Kemenpora KONI yang berujung suap.

Dari penggeledahan di ruang kerja Imam, KPK mengamankan sejumlah dokumen berkaitan dengan kasus tersebut.

KPK mengungkap kasus suap dana hibah Kemenpora untuk KONI dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Dari operasi senyap itu, KPK menetapkan lima tersangka, tiga diantaranya merupakan penerima suap. Mereka adalah Deputi IV Kemenpora, Mulyana, PPK Kemenpora, Adhi Purnama dan Staf Kemenpora, Eko Triyanto.

Sebagai pihak yang diduga memmberi suap adalah Sekretaris Jenderal KONI, Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI, Jhoni E Awuy.

Barang bukti yang diamankan berupa uang tunai senilai Rp 318 juta, buku tabungan dan ATM dengan saldo sekitar Rp 100 juta, satu unit mobil Chevrolet dan bingkisan uang tunai di KONI senilai Rp 7 miliar.