Menpora Imam Nahrawi Diperiksa KPK 5 Jam

Nasional

NOTULA – Sekitar 5 jam Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus suap dana hibah Kemenpora untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Politisi PKB itu baru keluar ruang penyidikan sekitar pukul 15.09 WIB, dan langsung memberikan penjelasan, bahwa dalam pemeriksaan, penyidik mempertanyakan soal mekanisme pengajuan dana hibah di Kemenpora.

“Saya jelaskan tentang mekanisme dan pengajuan yang bersumber dari masyarakat,” tutur Imam, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/1).

Menurutnya, pemeriksaan berlangsung hangat. Tidak ada perlakuan khusus dari penyidik, sekalipun dia menteri.

Seperti diketahui, KPK berhasil mengungkap kasus suap dana hibah Kemenpora untuk KONI dalam operasi tangkap tangan (OTT).

KPK selanjutnya menetapkan lima tersangka, tiga diantaranya merupakan penerima suap. Mereka adalah Deputi IV Kemenpora, Mulyana, PPK Kemenpora, Adhi Purnama dan Staf Kemenpora, Eko Triyanto.

Sebagai pihak diduga pemberi suap adalah Sekretaris Jenderal KONI, Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI, Jhoni E Awuy.

Alat bukti yang diamankan berupa uang tunai senilai Rp. 318 juta, buku tabungan dan ATM dengan saldo sekitar Rp. 100 juta, satu unit mobil Chevrolet dan bingkisan uang tunai di KONI senilai Rp. 7 miliar.